44 Komentar

[Vignette] The Biggest Crazy Thing is Love

Title : The Biggest Crazy Thing is Love

 

Author : Choi Jinyeong.

 

Main Casts :

  • Jung Soojung [Krystal] (F(X))
  • Choi Minho (SHINEE)

Cameo :

  • Lee Donghae (SUPER JUNIOR)
  • Baek Suji [Suzy] (MISS A)一just mention.

Genre :

Hurt/Comfort | Romance | Friendship.

Rating :

PG-13.

Length :

 Vignette.

Requested by : Qorry Elfishyelf Petals Angels一maaf ya lama bikinnya seabad T.T

 Credit Poster : mekeyworld (Thanks^^)

oOo


Krystal menyukai Minho. Sangat menyukainya. Artikanlah perasaan itu sebagai cinta. Karena cinta itulah yang membuat imajinasinya akan Minho selalu melayang bebas, bahkan aktivitas tak berguna itu telah menjadi santapan sehari-hari dalam pikirannya.

Krystal tidak bodoh. Ia cukup tahu bahwa  menyembunyikan perasaan itu melelahkan. Tertawa dan memikirkan orang yang dicintai secara sepihak juga tak kalah membuatnya kesal. Karena itulah, jangan salahkan Krystal yang berniat untuk mengungkapkan perasaannya saat ini.

Gadis itu berjalan di koridor kampus dengan tergesa. Saat kedua matanya menemukan suatu obyek yang ia cari, ia tersenyum dan mengangkat tangan kanannya. “Donghae-oppa!” teriaknya tanpa mempedulikan pandangan tiap orang asing di sekitarnya.

Donghae menatap datar hoobae yang kini sedang berjalan ke arahnya. “Ada apa?”

“Minho-oppa ada dimana?” tanya Krystal pada senior yang berselisih tiga tahun lebih tua darinya tersebut.

Donghae mendengus, pertanyaan itu sudah jelas tergambar dari cerminan mata Krystal. Dia sebenarnya juga bisa membaca bahwa Krystal memiliki affair pada Minho一sepupunya, tapi ia cukup tahu diri dengan tidak berkoar-koar atas hal itu. “Masih di kelas. Memang kenapa mencarinya?”

Krystal menggeleng dengan senyuman. “Tidak. Cuma bertanya saja. Terima kasih.” ujarnya kemudian menepuk punggung Donghae sekilas.

Dengan tampang pongonya, Donghae hanya bisa melihat kepergian Krystal menuju kelas Minho.

“Dasar cinta anak muda.” gumamnya sembari tersenyum kecut.

 

***

Oppa.”

Kedua mata elang yang tadinya terfokus pada lembar tugas beralih ke arah pintu. Suara familiar itu, ah… sudah tentu Minho hafal suara tersebut, Jung Krystal.

 

Bingo!

“Ah, Soojung…” ujar Minho sambil tersenyum pada sosok yang ia anggap sebagai adiknya itu.

Krystal balik tersenyum sembari melangkahkan kakinya perlahan menuju Minho. Ruang kelas sudah kosong, hanya Minho dan Krystal yang berada di dalamnya. “Oppa sedang mengerjakan apa?” tanya Krystal dengan lembut.

Minho merapikan tugasnya lalu melirik Krystal. “Mengerjakan tugas tambahan dari Jang-saem.” Krystal melirik Minho kemudian tertawa一yang tentu saja membuat Minho terkekeh juga. Jika boleh bertaruh, Minho berani jamin Krystal tertawa karena membayangkan dosen keturunan cina yang killer namun botak tersebut, karena alasan itulah para mahasiswa sering menyebutnya sebagai lampu taman一kurang ajar memang. “Ada apa kemari?”

Gadis bermarga Jung mengambil posisi duduk di kursi kosong sebelah Minho. Dia bertopang dagu sembari menatap wajah serius Minho. Tampan memang… “Menemanimu mengerjakannya.”

Minho terkekeh. “Oh jinjja? Baiklah, terima kasih.”

Lagi-lagi Krystal mencuri pandang pada Minho一walau pemuda itu tak menyadarinya. “Oppa bawa kendaraan untuk pulang?”

“Anni. Waeyo?” Tanya Minho balik. Selang beberapa detik ia menjentikkan jemarinya. “Jangan-jangan alasanmu kemari hanya untuk mencari tebengan, ya?”

Krystal menggembungkan pipinya sedikit sebal dengan Minho. “Ish, oppa. Aku kan hanya bertanya. Lagipula jalan berdua sepertinya asyik juga.” kata gadis itu dengan senyum malu di pipinya.

Minho hanya tersenyum menanggapi lelucon dari Krystal. “Tunggu sebentar, ya? Aku mau mengumpulkan tugas ini dulu.”

Krystal hanya mengangguk dan menatap punggung Minho yang semakin lama makin tak terlihat. Seketika gadis itu tercenung memikirkan apa yang akan ia rencanakan hari ini.

Ugh, haruskah ia mengatakan perasaannya hari ini?

Jung bungsu mengacak rambutnya dengan frustasi… ia takut jikalau Minho menolaknya. Tapi ia juga tak bisa menunggu untuk ini terlalu lama lagi.

Ah, eottohkae?

“Soojung… ayo pulang!” seru Minho dari balik pintu ruang kelasnya. Rupanya pemuda itu sudah mengumpulkan lembar tugas pada Jang-saem.

Krystal tersenyum tipis. “De…”

 

***

Sepasang pemuda-pemudi berjalan dengan santai di trotoar yang dihiasi dengan jajaran rapi pohon ginkgo. Harum khas ginkgo dan senja agaknya berhasil membuat keduanya sibuk dalam pikirannya masing-masing, meninggalkan jejak kesunyian searah dengan langkahnya.

“Sudah separuh jalan…” dehem Minho kemudian menghela nafas panjang. Krystal tak merespon, hanya melirik lelaki itu sekilas dan mengangguk. “Dan kau hanya diam… ada apa gerangan? Biasanya kau akan sangat cerewet jika bersamaku.”

Gadis bermarga Jung cemberut bersamaan dengan kikikan Minho. Karena kikikan lelaki itu tak kunjung berhenti, Krystal meninju pelan bahu Minho. “Aish… dasar menyebalkan! Aku sedang berpikir, tahu!”

Minho tersenyum sekilas sembari memegangi bahunya. Cukup sakit… tak ayal sebab Jung Krystal masih mengambil ekskul beat boxing hingga kini. “Tentang apa?”

Krystal merapatkan almamater yang ia gunakan, sedikit cemas mengenai perasaannya sendiri. Ia bimbang… haruskah ia menceritakan segalanya pada Minho, lelaki yang jelas-jelas ia cintai hingga detik ini? “Aku menyukai seseorang.”

Mata lelaki itu melebar, sedikit berlebihan mengingat ia jarang melihat gadis yang telah ia anggap sebagai adik kandungnya sendiri tersebut hang-out dengan teman lelaki. “Ah, jjinjja?”

Krystal mengangguk pelan. Mata kucing gadis itu memandang Minho yang sepertinya masih cukup terkejut dengan pengakuannya. Krystal tersenyum, berharap ada secercah harapan tentang perasaan Minho padanya. Berharap… “Tapi aku ragu. Aku harus mengungkapkan perasaanku atau tidak, ya?”

“Harus!”

Mendadak perasaan gugup menyergap dada Krystal. Ketegasan Minho itu… rasanya hampir membawa kebahagiaan dalam Krystal meluap-luap. Ia seolah-olah telah tahu jawaban perasaannya bahkan tanpa mengungkapkannya sekalipun.

Minho tersenyum sekilas melihat Krystal yang sedang tercenung oleh euforia sepihak yang ia rasakan. Lelaki itu menyembunyikan kedua tangannya di balik saku celana panjangnya dan membiarkan angin menggelitik tengkuknya.

Wae?” lirih Krystal, bahkan tak lebih pelan dari sepoi angin.

“Akan lebih baik dan akan lebih melegakan bagimu.” terang Minho kemudian membingkai senyuman di bibirnya.

Ragu… saat ini Krystal sedang ragu. Jika ia mengutarakan perasaannya pada Minho… tak ada yang bisa menjamin perasaannya akan terbalas, tapi一 “Jeongmal?” tanyanya seakan berbisik.

Minho mengangguk seolah ia seratus persen yakin atas apa yang ia kemukakan sebelumnya, “Kemarin aku menyatakan perasaanku pada hoobaenim yang seangkatan denganmu. Namanya Baek Suji.”

Apa-apan ini?

Setelah sempat melayang dengan euforia tiada tara, Krystal merasa dirinya telah dijatuhkan, dihempaskan begitu saja ke dalam tebing curam… menyisakan rasa perih yang bersarang dalam dada. Langkahnya terhenti karena kedua kakinya bergetar hebat. Ia tak bisa menerima kenyataan… kenapa semuanya begitu tiba-tiba? Kenapa saat ia sudah mencintai terlalu dalam cinta ini harus bertepuk sebelah tangan?

“Suzy?” Krystal menyebutkan nama itu. Nama yang hanya dengan disebutkan dapat menorehkan luka yang begitu dalam pada sanubarinya. Terdengar berlebihan, namun itulah adanya.

Minho berbalik, menatap Krystal yang kira-kira berdiri satu setengah meter dari hadapannya. “Ya. Dia mahasiswi yang satu kelas denganmu, kan?”

Bukan itu… Krystal tak menginginkan jawaban itu dari bibir Minho.

“Hey, kau ini kenapa?”

Krystal menutup kelopak matanya dan membuang nafas perlahan. Jika biasanya dengan begini ia bisa merasa tenang, kali ini ia tak bisa. Terlalu sulit menenangkan diri ketika hatimu sedang diambang kehancuran. “Kenapa oppa tidak bilang?” tanyanya dengan suara tersayat. Namun Minho tetaplah Minho… manusia bodoh yang tak peka pada perasaan wanita.

Pemuda bermarga Choi menarik ujung bibirnya. Senyum yang entah mengapa terasa menusuk ulu hati Krystal. Ia menahan gemuruh dalam dadanya ketika Minho perlahan berjalan mendekatinya. Selangkah demi selangkah… ini sakit.

PLUK!

Minho menepuk pundak Krystal yang sedang tertunduk. Tepukan yang sudah terlanjur membuat gadis bermarga Jung mati rasa. “Maaf… aku baru bisa cerita sekarang. Intinya dia menerimaku dan kami berpacaran.”

Nada ceria pemuda itu kontras dengan air mata yang tiba-tiba mengaliri pipi porselen Krystal. Gadis itu menangis dalam diam, menyimpan perasaan sakitnya rapat-rapat, menguburnya dalam-dalam namun gagal. Ia tidak bisa.

“Ungkapkan perasaanmu sebelum terlambat. Hm?”

Omong kosong!

“Kau tidak mau kan laki-laki yang kau cintai menjadi milik orang lain?”

Berhenti!

“Aku pikir tidak ada seorangpun yang bisa menolak gadis sepertimu, Soojungie.”

“Cukup!” pekik Krystal depresi. Jung bungsu tak dapat membendung air matanya一lagi一ketika obsidian kelam itu memandangnya dengan penuh keterkejutan. Punggungnya bergetar hebat, tak bisa lagi menahan betapa berat perasaan dalam dada.

“Soo一”

“Apa tidak sia-sia?” tanya Krystal yang tak mampu lagi untuk mengendalikan diri. Tangan kanannya tergegam seolah ada suatu hal yang tak mampu ia gapai. Cintanya… cinta Minho. “Apa tidak sia-sia jika aku menyatakan perasaanku pada seseorang yang tidak pernah menaruh hati padaku?”

Minho terdiam. Mata kelamnya memproyeksikan Krystal yang kehilangan binar matanya. Binar indah itu terselimuti oleh air mata. Lelaki itu bingung harus melakukan apa, sehingga ia hanya bisa berdiri mematung di sana一tanpa bisa melepaskan pandangan satu derajatpun dari gadis bermarga Jung.

Langit musim gugur tiba-tiba menangis, gerimis turun walau tidak terlalu deras. Ketika mungkin orang lain akan memilih untuk berteduh di bawah pohon rindang, kedua anak manusia itu tetap di sana. Tidak peduli dingin rintik air langit membasahi tubuh mereka.

Bibir Krystal menggigil, bukan kedinginan, namun karena perih hatinya yang tak mampu untuk membuatnya bertahan. “Aku… aku menyukai, oppa.”

Belum sempat Minho membuka bibir penuhnya, gadis itu telah berlari dari hadapannya. Menghilang dengan begitu gesit, bahkan terlalu cepat untuk ditangkap mata lebar Minho.

‘Mengapa? Mengapa aku, Soojung-ah?’

 

***

Gadis itu terdiam, melamunkan suatu hal yang sungguh mengusik pikirannya sejak tadi. Mata kucingnya terlihat kosong ketika manik itu berpapasan dengan kaca jendela kamarnya.

‘Dasar bodoh!’ ia mengumpat ketika memori itu terulang lagi一sebuah hal bodoh di mana ia menangis untuk seseorang yang tak menyukainya.

Gadis dengan rambut coklat itu kembali meringis ketika ia melihat dengan jelas pantulan dirinya pada cermin. Cermin yang cukup besar hingga ia dapat melihat betapa berantakannya ia saat ini. Rambut acak-acakan, wajah sembab, dan mata bengkak yang cukup membuatnya terlihat mengerikan, lengkap sudah.

“… namanya Baek Suji.”

Lagi-lagi dia!

Bullshit!” pekiknya keras. Beruntung kamar yang ia miliki telah dipasang peredam suara.

Baek Suzy… she’s such a lucky bastard! Dia punya segalanya. Wajah cantik, kepopuleran, keluarga, kepolosan yang berhasil menjebak tiap pria untuk jatuh padanya, uang, sahabat, teman yang selalu ramah padanya, kepandaian, kepiawaian dalam segala hal, dan… Minho. Sedangkan Krystal?

Dia tidak punya apapun… hanya uang. Uang, uang, dan uang yang tak bisa mengisi kekosongan hatinya. Minho datang dengan tangan terbuka ketika semua mengecewakannya… dan sekarang… ia pikir dia tidak akan ada lagi untuknya.

“Kenapa kau merebut segalanya ketika aku hanya punya Minho-oppa?” lirih Krystal pilu.

 

Drrt.

Krystal spontan mengambil ponselnya.

From : Minho-oppa.

Soojung… maafkan aku, tapi… aku tidak bisa… aku tidak mungkin melepas Suji. Aku menyayangimu, kau juga bagian yang tak mungkin aku ingkari, kau adik terbaikku. Aku harap kau bisa menemukan lelaki yang baik kelak. Sekali lagi, aku… minta maaf.

 

PRANG!

Suara lengkingan seorang gadis berpadu dengan suara pecahan kaca yang memekakkan telinga. Ya, Krystal melempar ponselnya hingga ponsel tersebut menghantam cermin dan memecahkannya menjadi berkeping-keping.

Suzy lagi, Suzy lagi… omong kosong!

Apapun yang Choi Minho katakan adalah omong kosong!

‘Minho-oppait hurts me a lot.’ dan biarkan Krystal menangis sekarang.

 

END

A/N :
Qorry~ maaf ya Unni malah bikin fanfic gagal seperti ini T^T
Semoga berkenan aja, deh–v dan sorry si LDH cuma bisa tampil sepersekian kata di sini^^
Buat semuanya, maaf kalau kurang greget. Maklum, dibuat sebelum hiatus jadinya nggantung dan aku coba seleseikan hasilnya malah begini T^T
Maaf juga untuk isi yang ga sesuai dengan judulnya T^T

44 comments on “[Vignette] The Biggest Crazy Thing is Love

  1. ahhh, kenapa disini dibikin jadi sedih deh krystalnya?? jadi gak terima:/

  2. waktu liat judul dan menemukan kata: “Vignette”.. sempet kecewa karena pasti ceritanya bakalan nggantung >____<
    tapi, bagus kok unni😄 suka sama diksi yang dipakai sm unni😄

  3. Ohmygod, kasian krystal😥
    Keep strong ya klee…

    Ff nya kereeeennnnnn,

  4. Halooo! Saya kunjungan balik! Salam kenal, nama saya Benedikta Sekar. Panggil saya Dicta. Terima kasih telah memfollow blog saya, sudah saya follow balik ^^

    Untuk tulisan ini…. woah, Kalimat pembuka yang sangat apik, dan diakhiri dengan klimaks yang membuat pembaca seperti saya ini menahan sesak di dada karena prihatin akan tokoh utamanya.

    Great!

    Terima kasih atas tulisan Kakak, semoga saya bisa menulis seperti Kakak ^^

  5. Waa Eonnie, nyesek -__-
    Kenapa eonnie selalu bikin ff nyesek?😄
    Tapi gapapa sih, aku suka, berhubung aku juga lagi galau, -__- Dan entah kenapa akhir2 ini jadi sering cari ff yg galau, lol😄
    Keep Writing ^^

  6. aaaaaarrrrrrrggggggggggggggggggggg…

    Please minho putusin suzy dan terima cinta krystal

    Sing~~~
    di tinjuu Author.
    sekali lagi aku mw bilang. aku suka ff ini karena gaya bahasa author. jujur bukan karena ceritanya ataupun OTP /main Cast.

    ^^ mau tinggalin jejak d ff lain dulu, misi thor.

  7. ellaaa~~~~ ini ceritanya kenapa sedih banget huhuhu kasian klee ;___________;
    btw masih inget aku ngga?;p uname twitter aku div*kibeom kita pernah kenalan kok huehehehe btw nulis ff lagi dongggg pairingya kaistal yayayaya:”””D

  8. cerita baguuuus tapi gantung😦
    keren gaya bahasanya.

    minho putusin suzy pliiiis ::(

  9. minho putus aja sama suzy– duh gaterima krystalnya nangis–

  10. hah ini beneran endingnya minstal ga pacaran? aaa tidaaakkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: