38 Komentar

[Vignette] Understanding

 

Title : Understanding

 

Author : Choi Jinyeong (@kryscopter96)

 

Main Cast(s) :

  • Jung Soojung [Krystal] (F(X))
  • Kim Myungsoo [L] (INFINITE)

Cameo :

  • Yoon Doojoon (BEAST).

Pairing :

Myungsoo x Krystal.

 

Genre :

Romance | Friendship | Mystery.

 

Rating :

PG-13.

 

Length :

 Vignette.

 

Summary :

“Doojoon-oppa.” “Kau bercanda, kan?” “Tidak. Aku serius.” “Bagaimana bisa kau bicara dengannya sedangkan Doojoon sudah meninggal?”

A/N :

Credit poster belongs to Sasphire Artwork. Myungstal fanfiction special for Myungstal shippers>o<. Hope you’ll read & like it~!!

oOo

 

Krystal mendengus melihat Myungsoo menggeram一menahan emosi一di hadapannya. Walaupun begitu, pemuda itu masih saja menatap Krystal dengan tajam.

“Untuk apa sebenarnya kau jalan dengan Jonghyun?”

Krystal melotot. Balik membalas Myungsoo dengan death glare-nya. “Apa sebenarnya yang kau bicarakan?” tanya gadis itu tak mengerti. Ia tak habis pikir dengan sikap Myungsoo yang akhir-akhir ini selalu mempermasalahkan hubungannya dengan Jonghyun. “Jonghyun itu oppa-ku!”

Myungsoo mencibir. Tak puas dengan jawaban kekasihnya sendiri. “Oppa dengan marga berbeda? Aku tak buta melihat kalian yang berpelukan kemarin!”

Krystal mendengus. Sejujurnya ia tidak suka beradu argumen dengan orang lain, apalagi jika harus berujung pada kekeras kepalaan. Gadis itu menatap Myungsoo dengan nafas terengah. Ia lelah, tapi Myungsoo tak tahu itu.

Myungsoo meraih pergelangan tangan Krystal sebelum gadis itu benar-benar menghilang dari pandangannya. “Chankkaman.”

“Menunggu apa lagi?” teriak Krystal frustasi. Rasa muak yang berada dalam dirinya telah memuncak tanpa bisa ditahan lagi. “Aku lelah punya pacar tak berguna sepertimu. Sebelum mencari pacar harusnya kau introspeksi dirimu sendiri! Kalau kau tak bisa mengontrol sifat posesif, penuntut, dan stalkermu itu lebih baik kau tak mengencani siapapun! Walaupun aku pacarmu, aku juga punya privasi dimana kau tak berhak mengatur hidupku!”

Gadis bermarga Jung menahan air yang telah berada di pelupuk matanya ketika ekspresi bersalah terpancar jelas dari wajah kekasihnya.

Myungsoo terdiam. Ia tak bisa berkata apapun sebab ia tahu bahwa yang dikatakan oleh Krystal benar dan tak terbantahkan. Ia menyesal… jauh dari hati terdalamnya.

“Kita putus.”

Dua kata itu cukup untuk menghantam hati Myungsoo. Menggema dalam telinganya, berulang kali hingga kepalanya terasa perih. Bertambah dua kali lipat ketika Krystal berlari dari hadapannya dengan air mata terurai, meninggalkannya sendiri di koridor sepi kampus.

Myungsoo sangat menyayangi Krystal. Terlampau mencintainya hingga posesif menguasai dan membuat Krystal kehilangan kebebasan karenanya. Myungsoo benci sendiri, karena itulah ia melakukannya.

***

Meluapkan kesedihan adalah cara yang lebih ampuh untuk menenenangkan perasaan yang sedang tertekan dibanding menyimpannya sendiri rapat-rapat. Begitupula Krystal, gadis itu duduk di atas rumput hijau taman belakang rumahnya sembari memeluk kedua kakinya. Ia menumpah-ruahkan tangis yang sejak tadi ia tahan, mencoba menghilangkan sesak yang sungguh terasa dalam dadanya.

Jika boleh jujur, Krystal sangat menyayangi Myungsoo, namun tempramen lelaki itulah yang membuatnya tak memiliki pilihan selain memutuskannya. Gadis itu tertekan. Ia lelah. Dia ingin bebas dari kungkungan Myungsoo, tapi di sisi lain ia menyukai Myungsoo. Benar-benar sebuah dilema, sebelum akhirnya ia mengambil keputusan akhir.

“Hey!” suara berat khas lelaki terdengar setelah Krystal menyadari ada sesuatu yang mengenai rambut panjangnya. Gadis itu lantas menghapus lelehan air matanya dan membalikkan wajahnya.

“Hei.” sapa Krystal seolah-olah ia baik-baik saja. Lelaki itu tersenyum kemudian mengambil pesawat kertas buatannya yang berada di atas hijaunya rerumputan. Krystal berspekulasi dalam hati bahwa mungkin pesawat kertas itulah yang tadi mengenai rambutnya.

Pemuda一si pembuat pesawat kertas一lalu duduk di sebelah Krystal. Menemaninya menikmati senja di sore hari. “Sedang apa?”

Krystal kelabakan. “Aku… aku sedang berlatih akting. Ya! Aku sedang mengimprovisasi bakat aktingku.” jelasnya dengan nada rendah.

Krystal bukan seseorang yang bisa menyembunyikan emosinya. Ia tidak bisa tertawa ketika ia tidak ingin. Ia tak bisa tersenyum ketika feeling-nya tidak mampu menahan kesedihan. Baginya itu sulit. Menjadi faker itu sulit.

Pemuda di sebelah kanan Krystal seolah menyadari sesuatu. Mata elangnya tertambat pada satu objek, mata Krystal… mata itu sayu. It’s too bad if she said that it was an act. “Sungguh?”

“N… ne.” jawab Krystal terbata-bata.

Pemuda itu tertawa kemudian mengacak rambut Krystal hingga benar-benar berantakan, tak pelak gadis itu sedikit risih dan meneriakkan namanya. “Ya, Doojoon-oppa!” protesnya.

Doojoon nyengir. “Kau itu lucu sekali. Aku itu teman kecilmu, tentu saja aku tahu kalau kau berbohong. Dasar payah!” ejeknya yang membuat Krystal mem-pout bibirnya. “Ada masalah dengan Kim Myungsoo?”

Kilau mata Krystal yang tadi sempat bersinar memudar ketika nama itu kembali disebut. “Sejujurnya… iya.” jawabnya. Krystal memandang pantulan sunset pada permukaan air kolam yang tak jauh dari posisinya dengan sendu. “Aku memutuskannya… padahal aku masih menyayanginya.”

“Kenapa kau melakukan itu?”

Krystal menghela nafas lantas menggigit bibir bawahnya. “Aku lelah, oppa. Dia terlalu curiga padaku dan Jjong-oppa. Padahal Myungsoo-oppa sendiri tahu kami dekat hanya karena kami berada pada fakultas yang sama.” jelas Krystal. Jonghyun memang hanya teman, ia telah bercerita apa adanya pada Doojoon. “Dia tak percaya lagi padaku.”

Doojoon mengangguk pertanda ia mengerti. Ia menidurkan tubuhnya di atas rerumputan taman. “Kry, kau seharusnya mengenal Myungsoo lebih baik lagi. Myungsoo sangat menyayangimu, meskipun mungkin caranya salah.” Doojoon melirik Krystal sekilas, sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya pada indah langit sore. “Coba kau ingat-ingat… Myungsoo adalah satu-satunya yang akan menyumpal mulut orang yang berbicara buruk di belakangmu. Dia juga selalu melindungimu dari senior yang iri kepadamu. Dan jangan lupakan dia yang terang-terangan menolak wanita padahal posisinya sangat memungkinkan untuk memainkan role playboy. Kau tahu itu karena siapa? Cuma karenamu, Kry.” Doojoon tersenyum lalu menyentil hidung Krystal yang rupanya antusias dengan penjelasannya tentang Myungsoo. Doojoon dapat dengan jelas melihat hidung gadis itu memerah一salah satu pertanda bahwa Krystal akan menangis.

Krystal sendiri merasa kedua matanya memanas ketika ia mengingat kebenaran tentang apa yang baru saja diungkapkan Doojoon. Ia merasa bodoh… ia bahkan merasa ia tak berharga untuk diperlakukan dan dilindungi seperti itu oleh Myungsoo.

Sebutir kristal meleleh dari mata Krystal ketika ia menyadari bahwa begitu banyak kebaikan kecil yang diberikan Myungsoo padanya. Meski seratus kesalahan dibuat pemuda itu, seribu kebaikan dan ketulusan hati selalu ia curahkan pada Krystal. Perasaan bersalah itu kembali hinggap pada diri Krystal… ia menyesal.

“Lakukan sesuatu sebelum semuanya terlambat.” nasihat Doojoon lantas memeluk Krystal sejenak lalu meninggalkan gadis itu sendiri disana.

Krystal merinding… entah karena semilir angin yang menyentuh tengkuknya atau karena pelukan Doojoon yang sungguh terasa dingin. Gadis itu mengusap pipinya ketika gerimis tiba-tiba turun mengguyur tubuhnya.

Itu semua tak lagi penting… tidak angin atau gerimis sekalipun… tapi Myungsoo. Ia akan meraih mesin waktu dengan cara apapun asal Myungsoo dapat memaafkannya.

Krystal bangkit dari posisi duduknya. Pakaiannya telah basah kuyup oleh hujan. Ia tersenyum sekilas. “Terima kasih untuk nasihatmu Doojoon-oppa!” teriaknya meski ia tahu Doojoon telah kembali lebih dulu darinya.

***

Sesosok pemuda terlihat sedang mondar-mandir di pelataran rumah yang hanya ditinggali Krystal tersebut. Sebuket bunga daisy yang ia pegang semakin mengerat bersamaan dengan semakin besar kekhawatirannya akan Krystal. Pemuda itu Myungsoo一memang, siapa lagi?

Sudah terlalu lama ia mengetuk pintu, memencet bel, bahkan meneriakkan nama pemilik rumah, namun orang itu tak kunjung datang dan membukakan pintu untuknya. Terlalu lama hingga ia bahkan menyadari langit sore telah berganti menjadi malam disertai hujan yang cukup deras. Ia cemas. Bukan sebuah kesalahan jika ia khawatir akan seseorang yang ia cintai, kan?

Bagaimana jika Krystal kehujanan? Bagaimana jika Krystal sakit? Bagaimana jika Krystal kabur darinya? Bagaimana jika Krystal tidak memaafkannya? Bagaimana jika Krystal diculik? Bagaimana jika Krystal menceburkan dirinya ke Sungai Han?

Berbagai pertanyaan mulai dari yang realistis hingga absurd terus membuat Myungsoo berpikir. Cintanya pada Krystal begitu besar… ia tahu itu, sebab gadis itulah yang mengisi otaknya hingga saat ini. Gadis yang membuatnya terlihat bodoh.

“Oppa…”

Oh, apa ia sedang berhalusinasi sekarang? Kenapa suara itu begitu nyata?

“Myungsoo-oppa.”

“Krystal.” Myungsoo yang yakin itu bukan hanya delusinya semata segera berlari menerobos hujan, menghampiri gadis itu. Ia melepas jaket hitam yang ia kenakan dan memayungi Krystal dengannya.

Myungsoo tak peduli lagi sekarang. Masa bodoh dengan tubuhnya yang mulai basah akibat hujan, ia hanya peduli pada Krystal. Gadis dibawah payungan jaketnya yang kini sedang menggigil. Tampaknya gadis itu sudah kehujanan sejak tadi…

“Darimana saja kau? Hujan-hujanan bisa membuatmu sakit.” walau Myungsoo mengucapkannya dengan nada datar seperti biasa, Krystal terlanjur peka dengan kekhawatiran yang terselip di dalamnya. Gadis itu menangis… ia merasa berdosa.

Myungsoo. Posesif yang dimiliki Myungsoo semata-mata karena ia begitu sayang padanya… pada Krystal.

“Maaf, oppa. Aku seharusnya tidak mengatakan hal itu.” ujar Krystal tersedu.

Myungsoo tersenyum sekilas. Ia menggandeng tangan Krystal menuju rumahnya sendiri hingga keduanya terhindarkan dari rintik hujan. Krystal memeluk Myungsoo erat, membuat kedua tubuh yang sama-sama basah itu saling bersentuhan.

Krystal masih sesenggukan, karena itu Myungsoo menepuk punggungnya pelan. “Ssh… aku yang salah. Kedatanganku kemari untuk minta maaf padamu.” gumamnya lalu melepas pelukan kekasihnya. Myungsoo ganti menatap mata Krystal. Mata yang meski sembab tetap terlihat cantik baginya. “Aku janji akan memperbaiki kesalahanku, kau mau kan kembali padaku?”

Krystal cemberut lantas memeluk Myungsoo lagi. “Tentu saja aku mau.”

***

Krystal mengalungkan handuk di lehernya lantas mengambil bunga daisy yang diberikan Myungsoo. Krystal memandang kagum bunga kesukaannya tersebut kemudian memasukkan bunga itu ke dalam vas berisi air di atas bufet.

Gadis itu tersenyum manis lantas berjalan menuju ruang tamu, hm… Myungsoo masih ada disana.

“Oppa menungguku dari tadi?” tanyanya dan duduk di sofa yang berhadapan langsung dengan Myungsoo.

“Tidak. Cuma lima menit yang lalu.” jawab Myungsoo. Krystal tahu pemuda itu berbohong… Myungsoo pasti menunggunya sejak lama.

“Maaf sudah membuat oppa khawatir.” Krystal bangkit dari posisi duduknya ketika coffee maker miliknya berbunyi. Ia berjalan tak terlalu jauh untuk mengambilkan dua cangkir cappucino untuknya dan juga Myungsoo. “Aku tadi ada di taman belakang. Oppa tahu? Saat aku menyesali perbuatanku seseorang datang dan mengatakan sisi baikmu.” Krystal meletakkan cappucino dengan asap yang masih mengepul itu di atas meja. “Dia membuatku sadar kalau yang aku sukai cuma oppa.” lanjutnya dengan wajah merona.

Myungsoo tersenyum kemudian menyeduh cappucino miliknya perlahan. “Memangnya siapa?” tanya Myungsoo yang sepertinya cukup tertarik dengan cerita Krystal.

“Doojoon-oppa.”

Myungsoo batuk. Pemuda itu tersedak ketika nama itu disebutkan oleh Krystal. “Kau bercanda, kan?” pemuda itu menatap Krystal dengan serius.

Krystal tak jadi meminum cappucino-nya, ia hanya memegang cangkir tersebut dengan was-was. “Tidak. Aku serius.”

Perasaan Krystal semakin tak nyaman ketika Myungsoo menundukkan kepalanya. Cukup lama untuk membuatnya penasaran.

Ada apa dengan Doojoon? Kenapa memangnya kalau Doojoon?

“Bagaimana bisa?” Myungsoo menatap Krystal dengan ekspresi wajah mengeras. “Bagaimana bisa kau bicara dengannya sedangkan Doojoon sudah meninggal?”

Mendadak pegangan Krystal akan cangkir cappucino-nya bergetar.

“Maafkan aku. Tapi Doojoon yang kau maksud itu Yoon Doojoon, kan? Senior yang satu kelas di atas kita sekaligus tetanggamu?” Myungsoo menghela nafas sejenak kemudian melanjutkan, “Bukannya dia meninggal dua minggu yang lalu karena kecelakaan lalu lintas saat diundang pentas seni di Busan?”

Wajah Krystal tiba-tiba berubah menjadi pucat pasi. Sekelebat ingatannya tentang Bibi Yoon yang menangis meraung-raung atas kepergian putra tunggal sekaligus sahabat kecilnya Yoon Doojoon kembali terasa. Kenapa ia bisa lupa Yoon Doojoon sudah meninggal sedangkan dua minggu lalu ia turut menangisi jasad lelaki yang ia anggap oppa tersebut?

Tidak mungkin!

Tapi… kejadian di taman tadi sore terasa begitu nyata. Tidak! Bukan terasa tapi memang nyata!

Batin Krystal kembali berperang antara ‘ya’ dan ‘tidak’, rasa tertekan itu kembali muncul.

Pegangan Krystal pada cangkir cappuchino-nya bergetar semakin cepat hingga akhirnya…

 

PRANG!

“Kry!”

Cangkir itu lepas dengan mulus dari tangan Krystal dan terpecah menjadi keping demi keping bersamaan dengan teriakan Myungsoo.

“Kry, kau baik-baik saja, kan?” Myungsoo yang terlalu khawatir segera memeluk Krystal, menenangkan gadisnya.

Krystal masih shock. Bibir gadis itu bergetar, rasa takut sedikit terbersit dalam dadanya. “Lalu… siapa Doojoon yang tadi menemuiku di taman belakang, oppa?”

Dan pertanyaan itu cukup membuat Myungsoo bungkam.

 

***

“Oppa… soal kemarin, aku yakin itu Doojoon-oppa.”

“Meskipun mustahil… aku percaya padamu. Mungkin kehadiran sosok Doojoon memang ditakdirkan Tuhan agar kita lebih memahami satu sama lain, Kry.”

 

END

A/N :

Okey, aku akui ini sangaaaat fail! Bingung mau bikin ending kaya gimana .___. kalau berkenan dimohon kritik dan sarannya, ya?🙂

38 comments on “[Vignette] Understanding

  1. Endingnya kurang greget chingu,tapi gapapa ko ini juga udah bagus!!aku suka sama pair nya dan bahasa penulisan kamu yang rapi.
    Good job chingu,semangat ya!!

  2. aku setuju sama fafa unni.__. endingnya harusnya yg gimana~ gitu >_<
    tp, akhirnya publish juga😀 masalahnya aku liat poster ini di blog sasa unni tp, blm di publish disini u.u aku nunggu2 tp, kayaknya unni belum berminat mempublish dalam waktu dekat😛 haha.. #slapped..
    unni, kenapa harus VIGNETTE? T.T oneshoot sekali-kali unni T.T yg panjang T.T aku suka FF bikinan unni T.T
    ohyaa unni, request dong😀 akhir2 ini kan unni srg bikin pairing klee sm myungie atau kai, nah sekali2 kali bikinin Minstal dong😀 kayaknya unni jrg deh bikin pairing mereka.__. jujur, aku buat FF dengan pairing minstal sendiri itu gabisa.__. gada feelnya.__.zz

  3. bagus tapi kependekan
    lain kali lebih panjang lagi ya
    #maaf

  4. Wah,lama enggak berkunjung d sni.hhehe
    Abis dlu”kamu enggak update kn thor,pas berkunjung d sni banyak banget yg pengen aku baca.hehe
    So sweet banget sih myungsoo,perhatian bgt ama krystal..
    Tapi endingnya agak ngegantung ya?
    Tapi tetep seru ko..
    Di tunggu lagi ya ff myungstal..
    oh iya,thor km kelahirn brp?biar enak manggil kmu eonnie,or chingu or saeng?

    • welcome back, Yumebhy^^
      Iya, skrg jadwal update mulai diratakan^^ monggo dibaca pelan-pelan aja😀
      iyadong Myungsoo getoh😄
      Hm, aku bingung mau bikin ending kaya apa, jadilah gantung gitu xD *gigit baekhyun*
      Sip^^
      Aku 96liner^^ kamu?

      • Hehehe.. comeback..
        Ada bikin ff project lagi enggak?nggu banget neh.hehe..
        aku lagi seneng pairing baekhyun x krystal gara”sring baca ff pairing mereka..
        Wah,kayaknya aku hrus manggil kamu saeng aku 91liner#Tuabangetgue.hehe
        Di tunggu ya saeng ff berikutnya^^

      • Project selalu ada dong^^
        Baekstal? Bukannya Baekstal itu crack-couple? O_O Well, aku rada kesulitan kalo bikin FF dg pairing yang ga ada momen .___. Kalo kamu pengen aku bikini baekstal, share moment-nya aja dulu ke aku XDD
        Oh eonni dong? Aku panggil Yume-eonni aja, ya?😀 Sipokay, makasih^^

  5. bagus^^
    ditunggu cerita lainnya

  6. Tulisannya rapi, ngena bgt ketika Myungsoo – Krystal pas hujan itu… Tapi endingnya seperti kata mereka…kurrang gereget.
    But, it’s good job!

  7. Waa nyesek -__-
    Eh, kayaknya aku selalu komen begitu yah? lol😄
    Eonnie, kenapa eonnie kalo bikin ff selalu dapet feelnya?
    Aku penulis ff yang buruk dan jujur aja setiap bikin ff tuh aku ngga pernah dapet feelnya Eonnie u,u Entahlah dengan yang baca u,u
    Emaap jadi kebablasan curhat -__-
    Eonnie, setuju sama komen2 yang sebelumnya, endingnya kurang, kurang gimanaaaa gitu, lol
    Eonnie, caranya request ff ke eonnie dimana? ‘-‘)?
    Keep Writing ^^

  8. ah kurang greget nih… jadi bingung fokusnya di couple Krystal dan Myungsoo atau tentang Doojoon…
    tapi secara keseluruhann baguslahhh..^^

  9. kyaaaaaaa….. #menjerit gaje
    Aku sukasuka FF ini.

    Tapi yng mengharubiru bukan bagia Krys sma L, melainkan Dujun oppa.
    Pantesa Krys peluk Dujun merinding gtuh, tubuh dujun dingin, Kan setan UUuuu~~

    Habis ini aku mw bc FF one shoot kamu.
    Jujur sbenarnya aku lebih suka bc FF drable ama Ficlet (ga suka bac panjang).
    Entah mengapa ada niat mengebu-gebu untuk membaca semua FF kamu🙂

    Aku boleh request ga ?
    Buat FF cinta segitiga KrysSicaDujun ^^ #puppyEyes

  10. WAAA~
    awal baca fanfic ini aku langsung nyesek -_- masa baru baca myungstalnya udah putus sih? -_-
    dan tentang Doojoon jadi hantu, pantes aja ada angin gak enak pas Doojoon meluk Krystal, dia kan udah mati -_-
    dan myungstal pun bersatu!! horaaay!! Myung itu posesif soalnya cintanya ke Krys itu gak ada batasnya, jadi sabar ya ngadepin keposesifan dia Krys~ /pukpukKrystal/
    a-yo bikin lagi kak~ yang oneshoot ataupun chapter dan pengennya yang so sweet sampe bikin diabetes (?)
    NAISEU FANFIC KAK!!

  11. Bagus. Tulisannya rapi, cuma feel-nya ga dapet .-. Jalan ceritanya dapat dimengerti .-.
    Mystery-nya aku kira kayak gimana….. eh ternyata cuma penampakan Doojoon dateng ke Krystal trus nasehatin. Apa penyebab dia datang? Authorkan yang membuat ini. Jadi, monggo di jawab😄
    Ohiya, satu lagi. Aku kurang greget sama endingnya. Hah… Tapi, ini udah bagus kok. Good job dan Keep writing ya Thor~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: