52 Komentar

[Ficlet] Gift

Title : Gift

 

Author : Choi Jinyeong.

Poster : AltRiseSilver’s Art.

 

Main Casts :

  • Jung Soojung [Krystal] (F(X))
  • Shim Changmin [Max] (DB5K)

Cameos :

  • Jung Sooyeon [Jessica] (F(X))

Genre :

Hurt/Comfort | Romance | Drama.

Rating :

Teens.

Length :

 Ficlet.

oOo


Esok ulangtahunku.

24 Oktober 2012. Anniversary berbeda tanpa perayaan telah menjadi keputusanku.

Aku lelah… sudah berlalu dua tahun, namun aku masih belum bisa melepaskan bayangnya, Changmin-oppa. Birthday party malah semakin mengingatkanku akan ketiadaannya.

Tidak! Changmin-oppa tidak mati, hanya saja… pergi.

“Menunggu siapa, Kry?”

Jessica-unni merangkul punggungku yang bersandar di tepi pintu. Matanya menerawang ke halaman rumah yang luas berhias bunga dan rerumputan taman. Sungguh, sebenarnya aku yakin Jessica-unni tahu tanpa harus bertanya padaku, tapi aku tak mau membuatnya khawatir dan hanya menggeleng lemah.

“Bukan siapa-siapa.” jawabku lantas tersenyum tanpa semangat.

Aku membuang muka ketika Jessica-unni memandangku dengan intens. Bola mata kucingnya seakan menangkap sesuatu yang janggal pada wajahku. “Kau masih merindukannya?”

Aku berpindah posisi dari pintu menuju sofa yang diletakkan di ruang tamu dengan langkah gontai. “Apa aku salah jika masih berharap padanya, unni?” tanyaku getir. Jessica-unni duduk di hadapanku dan menatapku khawatir一aku benci jika dia mengkhawatirkanku…

Setelah sekian detik diam menyelimuti kami berdua, Jessica-unni menggeleng. “Tidak. Rasa rindu bisa datang dan pergi begitu saja. Aku juga sering begitu…” jawabnya dengan suara lembut. Selembut ekspresinya tiap menatapku. “But, pleasetry to move-on, babe.”

Aku bungkam. Jessica-unni selalu menganjurkan aku untuk move-on, tapi pada kenyataannya aku tak bisa… aku tidak berbohong, sebab sudah dua tahun sejak dia pergi, aku masih belum mampu menanggalkan ingatanku tentangnya.

Changmin-oppa adalah candu bagiku. Tiap mencoba melupakannya dadaku selalu terasa sesak… kepalaku selalu pening berhias kenanganku bersamanya, dan entah tahu sejak kapan tiba-tiba air mata telah mengaliri pipiku.

“Lelaki di dunia ini bukan hanya Shim Changmin.”

“Aku tahu.”

Jessica-unni merubah posisi duduknya. “Lantas kenapa kau tak mencoba untuk menerima kehadiran laki-laki lain?”

“Aku belum siap, unni.” gumamku yang berbuah gerutuan Jessica-unni. Dia mendesah putus asa mendengar jawabanku… aku paham… tapi inilah aku… aku tak bisa membohongi diriku dan menerima lelaki lain selain Changmin-oppa… terdengar berlebihan memang.

“Kapan kau akan siap? Ketika bayang Shim Changmin telah hilang sepenuhnya dari pikiranmu?” gerutu Jessica-unni serasa menohok ulu hatiku. Aku ingin meneriakkan bahwa apa yang ia katakan adalah kebenaran, tapi tak bisa… aku terlalu tinggi hati.

“Entahlah.” Responku pada akhirnya. “Aku tak suka membicarakan ini, unni.”

 

***

Mungkin aku yang terlalu banyak berharap. Walau perpisahanku dengan Changmin-oppa dikarenakan perjodohannya dengan gadis terpandang keluarga Park一Luna, aku tak yakin Changmin-oppa masih menyimpan perasaannya padaku一tidak sepertiku yang masih belum bisa membuka hati untuk lelaki lain.

Cinta datang karena terbiasa… dan sudah satu tahun. Setahun sudah aku tak pernah melihat sosok jangkungnya, tak pernah menjumpai senyum indah bagai mataharinya, apalagi wajah tampannya. Aku merindukannya dalam ketakutan…

Aku takut menerima kenyataan bahwa penantianku sia-sia一walau aku tahu ini memang sia-sia. Aku takut hatiku terasa perih ketika kelak pandanganku menangkap bayangnya menggenggam erat tangan wanita lain.

Luka itu terasa perih kembali, menyisakan tetes air mata menuruni pipiku. Aku menangis…

Sungguh… sebelum pesta ulangtahun ke 18-ku一dimana setelah itu Changmin-oppa memutuskkan untuk menghentikan hubungan kami sampai disini一aku telah berfirasat bahwa ia akan meninggalkanku dan pergi untuk wanita lain. Naas memang, sebab hal itu benar adanya.

Aku masih ingat kado apa yang aku berikan untuk ulangtahunku sendiri saat itu… ya… melepaskan Changmin-oppa adalah kado paling menyakitkan yang pernah aku terima sepanjang usiaku.

 

***

DAK DAK!

Kedua mataku reflek mengerjap, rasa kantuk yang menguasai tubuhku tak dapat membantuku untuk tetap terlelap.

Sejak kapan aku tertidur?

 

DAK!

Suara apa itu?

Suara itu datang lagi dan samar-samar aku dapat melihat entah jemari siapa mengetuk jendela kamarku. Dalam kekalutanku, aku menyalakan lampu kamar一yang aku tak tahu sejak kapan dimatikan一dan melirik jam yang menempel di dinding kamarku yang didominasi dengan warna soft-red.

Heh? Ini tengah malam…

Dapat kurasakan tengkukku merinding. Tidak, aku tidak takut pada hantu, hanya saja… aku takut perampok. Cukup satu kali saja aku dan keluargaku dirampok dan itu menimbulkan tekanan mental hebat padaku.

Dengan segala keberanian aku berjalan tertatih menuju jendela gelap tersebut. Jendela itu membatasi kamarku dengan taman bunga matahari milik keluargaku.

Ragu-ragu aku menyentuh kusen jendela, lalu kudorong perlahan jendela itu dan…

Kyeoure taeeonan areumdaeun dangsineun

Nuncheoreom kkaekkeuthan namanui dangshin

Gyeoure taeeonan sarangseureon dangsineun

Nuncheoreom malgeun namanui dangshin

 

Hajiman bom, yeoreum gwa gaeul, kyeoul

Eonjena malgo kkaekkeuthae

 

Gyeoure taeeonan areumdaeun dangsineun

Nuncheorom kkaekkeuthan namanui dangshin

 

Saengil chukkahamnida, saengil chukkahamnida

Saengil chukkahamnida, dangsineui saengireul

 

Happy birthday to you, happy birthday to you

Happy birthday to you, happy birthday to you

 

(Winter Child)

Aku tercenung dengan kedua mata berkaca-kaca. Suara merdu itu… senyuman itu… wajah itu… apakah ini hanya halusinasiku semata? Ini terlalu nyata sebagai mimpi… namun, jika ini benar sekedar mimpi, ini sudah keterlaluan… Changmin-oppa… benarkah itu kau?

Benar saja, pipiku telah basah sekarang. “Changmin-oppa…” lirihku sedikit sesenggukan.

Ketika ia tersenyum dan ketika sosoknya mendekat padaku, aku mulai yakin bahwa ini bukan perwujudan kerinduanku semata.

“Maaf.” sesalnya. Ia kini berdiri di hadapanku dan membasuh pipiku dari air mata dengan tangan besarnya… ini realita. “Maafkan aku yang terlalu pengecut. Aku bahkan harus mengucapkan selamat padamu dengan sembunyi-sembunyi seperti ini.” tatapannya mengiba ketika ia menyadari air mataku membasahi jemarinya. “Maafkan aku yang sudah membuatmu terlalu banyak menangis.”

“Tidak!” Aku menyentuh tangannya… dingin… ia bahkan rela menyelamatiku pada tengah malam dengan hawa yang sangat dingin seperti ini. “Terima kasih telah datang untukku.” lanjutku dengan masih terisak.

“Mungkin ini salah dan semakin membingungkan, tapi… aku masih menyukaimu, Kry. Sungguh…” Ia membelai rambutku yang dengan seketika membuat perasaanku tenang kembali. “Aku akan berupaya agar perjodohanku dengan Sunyeong-”

“Cukup.” potongku. “Jangan berbicara apa-apa lagi. Aku merindukanmu, oppa.”

Ini kenyataan, bukan delusi… apa aku benar?

Ketika tubuh Changmin-oppa mendekap dan mengalirkan kehangatan pada tubuhku, aku sungguh berharap ini bukanlah sesuatu fana. Dan kalaupun ini benar hanyalah mimpi, aku takkan pernah rela untuk bangun kembali… selamanya…

 

***

“Oppa…”

“Hm?”

“Terima kasih… eksistensimu adalah hadiah terindah seumur hidupku.”

– THE  END –

A/N :

Ini FF-ku yang paling failed! Tapi nggak tahu kenapa kok malah aku post>0< Pairing yang aneh, benar? Sudah gitu jalan ceritanya membingungkan hueee T.T

Wanna gimme critic or concrit? o_o

52 comments on “[Ficlet] Gift

  1. ini ff kedua favor saya, yg pertama tetap My autumn love.

    Aduhhhh. ga tw mw bilang apa lgi.

    bca ff ini itu rasa ny mau gigit sesuatu, geramm bgt.
    yg buat ceritanya menarik karena gaya penulisan author yg aku suka bgt🙂

    Buat lgi dong FF KrysMax.

  2. Keren, keren😀

    Adakah yang lebih sedih. Aku sedang mencari yang oves sedih *halah*

    pokoknya ini keren🙂

  3. sumpah sedih sekali. kok malah ingetin aku sama kisah aku di sekolah yaa. yang menyukai orang yang tak seharusnya aku suka (read: seonsaengnim), dan dia baikkk banget padaku. hiks sedih, jadi baper nih sekarang garagara baca ff ini😦 tanggung jawab /plakplak

    bikin changstal lagi dong /plak untuk ff ini feelnya ngena banget nih, apalagi aku membayangkan krystal ada di posisiku sekarang. keep writing yahh, banyakin ff changstal, kita hipnotis mereka pake ff changstal /plak!😄

    • AAAAH??? Kamu suka… gurumu? Wow, tbh itu adalah salah satu tema yang pengen aku angkat jadi fanfik cuma terkadang bingung dengan kisah roman kaya gitu endingnya gimana… pasti bakal dominan ending angsty-nya, kalo endingnya happy rasa-rasanya terlalu dramatis berhubung kisah ceritanya kompleks😦
      Okey, aku pikir mungkin ke depannya aku bakal mencoba untuk bikin fanfik Changstal lagi. Tapi di waktu dekat ini sepertinya nggak bisa berhubung aku sendiri sibuk ama kuliah yang semakin hectic ini T___T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: