10 Komentar

[Chapter 3] Cool & Natural

Tittle : Cool and Natural

 

Chapter : Third Chapter.

 

Author : Choi Jinyeong

Casts :

  • Jung Soojung [Krystal] (F(x))
  • Lee Junho (2PM)

Cameos :

  • Ok Taecyeon (2PM)
  • Jung Sooyeon [Jessica] (SNSD)
  • Kim Jonghyun (SHINEE)

 

Genre : Romance | Friendship.

 

Rating : PG-13

 

Length :

Chaptered.

 

Warning : Divergence | OOC | FAIL! | TYPO | Delusional!Fangirl.

[Part 1 | Part 2]

oOo


“Yah, Jung Krystal! Aku pikir kau hendak mengajakku kemana, ternyata hanya ke toko kaset.” keluh Jonghyun sedikit kecewa. Berkat rayuan Krystal, si dino yang sangat menyayangi Krystal bagai adik sendiri itu pasrah saja ketika disuruh mengantarnya shopping. Sebenarnya, semua di luar prediksi Jonghyun, sebab yang ia tahu Krystal adalah gadis yang malas untuk ke toko kaset. “Ada angin apa?”

“Ish. Hentikan ocehanmu, oppa. Aku hanya memintamu untuk mengantarku, bukan menceramahiku.” Celoteh Krystal lalu mendahului Jonghyun untuk masuk ke dalam toko kaset.

“Anak ini benar-benar!” gertak Jonghyun kesal. Ia segera berlari mengejar Krystal yang telah beberapa langkah di depannya.

Krystal mengamati rak berisi album-album terkenal di dunia permusikan korea. Kedua bola obsidiannya menelusuri tiap detil rak berharap ia bisa menemukan hal yang memenuhi kepalanya saat ini.

Best seller.” gumamnya. Gadis itu memandang takjub pada jajaran album yang laris di pertengahan tahun 2011. Termasuk di dalamnya Pinocchio.

“Ya, Soojung. Sebenarnya apa sih yang kau cari?” tanya Jonghyun yang kesal mengikuti langkah tak tentu gadis yang di depannya. “Mungkin aku bisa membantumu. Yah, daripada kau mencari hal tak menentu seperti ini, well… aku tahu ini pertama kalinya kau ke toko kaset.”

Krystal membalik badan slim-nya. “Aku mencari Hot Summer.” katanya pada Jonghyun.

“Apa?” ulang pemuda yang tak terlalu tinggi tersebut. “Untuk apa kau beli kaset grupmu sendiri? Kau gila.”

“Ish. Oppa… cukup tunjukkan saja atau aku akan menarik topi dan syalmu agar para fangirl mengerubungimu.” ancam Krystal yang membuat Jonghyun begidik ngeri. Dulu, Krystal pernah mengancam dengan jenis ancaman yang sama dan dengan bodohnya ia malah menggoda Krystal, alhasil gadis itu menarik topi dan syal-nya sehingga para pengunjung mall mendekatinya dan menjamah badan kekarnya一jujur saja, bagi Jonghyun itu sangat mengesalkan一dan bagaikan penjambret Krystal lari dengan tawa menggelegar di sepanjang langkahnya. Tidak. Jonghyun tidak cukup bodoh untuk mengulang adegan buruk tersebut.

Arasseo.” desah Jonghyun pasrah. Pemuda itu berjalan dengan gontai ke arah rak bertuliskan ‘New Comer‘. Saat ia berhenti, di belakangnya Krystal turut berhenti. Dua pasang mata milik mereka berdua mencari-cari album ‘Hot Summer’ yang dicari Krystal dan…

“KETEMU!”

GOTCHA!”

Keduanya berteriak bersamaan sehingga beberapa pengunjung toko kaset memandang keduanya dengan tatapan aneh.

Mencoba tidak peduli, Jonghyun berjinjit sedikit lalu mengambilkan album Hot Summer untuk Krystal. Si magnae menerimanya dengan senang hati.

“Kya~ kamshahamnida, oppa.” ia berkata dengan girang. Dipeluknya album hasil kerja grup-nya tersebut dalam-dalam.

“Ya, sama-sama.” Respon Jonghyun datar.

“Err… aku mau bayar ini dulu, ya? Terus kita pulang nggak papa deh.” Krystal mengangkat album di tangannya kemudian berjalan dengan riang menuju meja kasir.

Jonghyun melengos. Ia tidak terlalu bodoh untuk melihat ada perubahan dalam diri Krystal, gadis itu seperti sedang…

Kasmaran.

Tak ingin berlarut-larut berpikir, Jonghyun mengambil ponsel dari saku celananya dan mendekatkannya pada telinga kiri miliknya.

“Amber, ini Jonghyun. Aku rasa Soojung sedang jatuh cinta. Siapa pemuda yang baru-baru ini dekat dengannya?” tanya Jonghyun pada Amber via ponsel.

“Hah? J-Junho?”

***

Mood Krystal hari ini sedang baik. F(x) kembali menang di salah satu ajang chart musik, pantas bukan jika si magnae merasa senang?

Dengan perasaan meletup-letup ia mengambil sesuatu dari dalam tas slempang miliknya yang berada di ruang make-up. Ia meletakkan benda berbentuk segi empat di atas meja lalu jemari lentiknya meraih kapas dan cairan penghapus make-up. Ia menuangkan beberapa tetes cairan ke atas kapas dan mengusapnya dengan telaten ke seluruh permukaan kulit wajahnya hingga riasan yang ia kenakan telah hilang dengan sempurna.

“Begini lebih baik…” Gumam Krystal disusul dengan senyum simpul. Ia mengambil benda segi empat yang tadi ia letakkan di atas meja dan memegangnya erat. Ia tak tahu sejak kapan dressing-room milik grup-nya sunyi senyap tanpa ada seorangpun disana. Huh, tapi Krystal tahu ini kesempatan bagus untuk memberikan benda yang saat ini ia bawa pada Junho.

Jung paling muda berjalan dengan anggun keluar dari ruangan. Mendengar dari Luna, ruang rias F(x) untuk hari ini bersebelahan dengan 2PM di sebelah kanan dan Infinite di sebelah kiri. Akhirnya dia memutuskan untuk berjalan ke sebelah kanan.

2PM.

Tentu saja. Junho kan member 2PM?

Tanpa mengurangi kesopanan Krystal mengetuk pintu dan menarik gagang pintu ruang rias yang bukan milik grup-nya itu.

Annyeong.” sapa gadis itu.

Seorang pemuda bertubuh besar yang awalnya serius membaca koran mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Ia mengernyit kemudian meletakkan korannya di atas meja rias sementara ia sendiri bangkit dan berjalan menuju si ‘tamu’. Di sisi lain, Krystal kelabakan menyembunyikan benda segi empat yang tadi ia bawa di balik tubuhnya.

“Krystal?”

Krystal tersenyum canggung.

“Selamat untuk perform kalian tadi. Kalian pantas mendapat urutan chart nomor satu.” lanjut pemuda tersebut. Ia mengulurkan tangannya disertai senyum manly.

“Terima kasih, Taecyeon-oppa.” balas Krystal. Ia menjabat tangan besar Taecyeon dengan kikuk.

“Ngomong-ngomong, ada angin apa kau kemari?” tanya Taecyeon ramah. Ia menerka-nerka apa yang hendak dilakukan Little Soojung di dressing room 2PM.

Krystal menggigit bibir bawahnya, ia bingung harus jujur atau berbohong. Jika berdusta, hal apa yang harus ia karang? Jika jujur, ia harus memulai darimana? Atau tak perlu menjelaskan sama sekali dengan bilang ‘Not your bussiness‘ pada Taecyeon? Oh, tidak. Dia tidak mau image-nya rusak lagi hanya gara-gara ‘gosip’ attitude yang kurang baik.

“Err… kemarin Junho-oppa memberikan album Hands Up padaku, jadi kedatanganku kemari untuk balas jasa.” terang Krystal susah payah.

“Balas jasa?” ulang Taecyeon. Ia bingung harus berspekulasi apa tentang hubungan Junho dan Krystal.

Gadis bermarga Jung mengangguk, “Begitulah.”

Sorot mata serius khas Taecyeon tiba-tiba berubah menjadi kekanakan dan jahil. “Ah! Jangan-jangan kau menyukai uri Junho, ya? Benar tidak?”

“Ah, oppa bicara apa sih!” Elak Krystal. Tangan kecilnya memukul lengan Taecyeon yang berotot. Jauh di dalam sana, hatinya menjerit, membenarkan pertanyaan kekasih eonni-nya tersebut. Tapi di realita, ia tidak bisa.

Taecyeon tertawa terpingkal-pingkal melihat gadis yang ia anggap sebagai adiknya sendiri itu tersipu. Ini pertama kalinya ia bisa sedekat ini dan bahkan bisa bercanda dengan Krystal yang notabene adik kekasihnya. “Itu buktinya kau tidak menyalahkan.” godanya lagi.

Krystal tidak bisa menguasai dirinya. Ia merasa kedua pipinya bersemu merah karena ulah Taecyeon.

Hyung.” terdengar sebuah suara dari balik pintu. Suara Junho. Dan benar saja, pemuda bermata sipit itu menunjukkan dirinya, membuat suasana menjadi canggung. “Krystal?”

Krystal membalik badannya cepat-cepat, membuat benda yang tadi ia sembunyikan dari Taecyeon terlihat oleh pemuda bermarga Ok.

‘Oh, jadi ini maksudnya balas jasa?’ Batin Taecyeon sweatdrop.

“Junho-oppa, aku kesini untuk memberimu ini.” Krystal menunjukkan tangan kiri yang sejak tadi ia sembunyikan di balik punggung. Album repackage F(x), Hot Summer rupanya. “Terima kasih untuk saat itu.”

Air muka Junho melunak. Ia mengambil album dengan warna dominan merah tersebut. “Yang waktu itu jangan dipikirkan. Untuk yang ini terima kasih banyak ya, Jung Soojung?”

Krystal tertawa ketika Junho memanggilnya dengan nama asli. “Sama-sama, Lee Junho-oppa. Kalau begitu aku kembali ke dressing room, ya? Bye, Taecyeon-oppa.”

Taecyeon. Pemuda itu hanya jadi kacang diantara percakapan Junho dan Krystal. Tapi, dia seperti sadar sesuatu.

Saat Krystal tertawa tadi… sepertinya… ah!

“Aku rasa aku tahu siapa sosok yang kau gambarkan dalam lagu gubahanmu sendiri itu.” Ujar Taecyeon dengan percaya diri. Junho yang tadinya memandang kepergian Krystal mendadak menjadi awkward. Jika diibaratkan, pemuda bermarga Lee itu seperti maling yang ketahuan mencuri oleh pemilik barang. Dia hanya bisa terdiam dan menolak kontak mata dengan hyung-nya. “Hm, aku rasa… sosok itu juga menyukaimu, Junho-ah.”

Geez, Junho mengumpat dalam hati ketika merasa wajahnya memanas dan memerah saat ini.

***

“Dan semua member berpikir tentang Krystal dan kami bilang dia akan menyempurnakannya. Sempurna, karena dia lebih muda dari kami.”

Krystal hanya bisa terkekeh mendengar pengakuan dari Taecyeon. Keduanya beserta beberapa orang lain, kini berada di stasiun SBS untuk syuting Strong Heart. Krystal tak bisa menahan tawanya, bermula ketika Taecyeon membocorkan kabar bahwa sebenarnya 2PM menginginkannya untuk menjadi pengisi suara di Hands Up一Yah, walau dia sudah menolaknya.

“Siapa yang pertama kali mengatakan bahwa Krystal sempurna?” tanya laki-laki gempal. Ya, MC Strong Heart, siapa lagi kalau bukan Kang Hodong?

Pertanyaan bagus. Batin Krystal dalam hati. Benar juga, ya? Ia sendiri bahkan tidak tahu siapa yang merekomendasikan jasa-nya untuk pekerjaan yang sayang sekali batal tersebut. Gadis bermarga Jung menolehkan kepalanya ke kiri, dimana Taecyeon duduk dengan pandangan lurus terhadap MC.

“Junho-goon.” Gumam Taecyeon sambil tersenyum menahan tawa. Suara audience menjadi riuh, sebab tak ada yang mengira Lee Junho yang pertama kali mengatakan bahwa Krystal sempurna. Sedangkan Krystal?

Dia membuka mulutnya lebar-lebar. Tawa keluar dari bibirnya, perpaduan antara rasa senang dengan keterkejutan. Dia menepuk tangannya berkali-kali. It’s so surprised her.

“Ketika semuanya sedang menonton, Junho yang pertama mengatakannya?” Kang Hodong jadi tertarik dengan pembicaraan ini.

Pemuda kekar bermata sipit menyambung, “Ya, khususnya Junho. Jadi, kami mengatakan pada JYP bahwa kami menginginkan Krystal. Dan kami berpikir bahwa dia punya banyak pesona. Dan melalui semua ini, pendapat Junho adalah yang terkuat.”

Krystal tak dapat menahan senyumannya. Bahkan, kedua matanya melengkung, membentuk lengkungan layaknya bulan sabit yang indah.

Junho. Pemuda itu ternyata…

‘Ah, apakah ini pertanda bahwa perasaanku terbalaskan?’ lamun Krystal sembari tersenyum idiot. Ia tak peduli apapun lagi sekarang. Ia senang. Sangat senang.

Well, seharusnya ia berterimakasih banyak pada Ok Taecyeon一calon kakak iparnya.

***

“Krystal.” gadis yang memakai topi itu menoleh sehubungan dengan Taecyeon yang memanggil namanya. “Sudah mau pulang?”

“Yah, memangnya untuk apa aku berlama-lama disini?”

Taecyeon terkekeh mendengar perkataan Krystal. “Tidak perlu sesegera itu, kan?”

Krystal memicingkan matanya. “Memang kenapa Taecyeon-oppa?”

“Aku ingin berbicara denganmu, sebentar saja. Tidak sampai lima menit, deh. Janji!” Pinta Taecyeon dengan puppy eyes. Mungkin dia lupa kalau dia tidak imut, ya?

Gadis bermarga Jung menghela nafas. Mungkin ada baiknya jika berbicara sebentar dengan Taecyeon, lagipula setelah ini dia tidak ada schedule apapun. Toh, pulang sedikit malam juga tak apa, sebab ia sudah izin ama eomma-nya. “Baiklah. Memang ada apa?”

Taecyeon memutar kepalanya. “Jangan disini. Ramai.”

So?”

“Ayo ke cafe sebelah. Aku yang traktir.”

***

Krystal menatap aneh pada Taecyeon yang terus-terusan mengukir senyum idiot di bibirnya. Jemari gadis itu mengaduk cappucino di hadapannya dengan ragu.

“Oh, ayolah.” gumam Krystal putus asa. Sudah lebih dari lima menit sejak minuman hangat di hadapan keduanya datang dan Taecyeon masih diam sambil tersenyum bodoh. Lantas Taecyeon tergelak melihat Krystal yang tengah ngambek. “Hey, Mr. Ok. Aku berbicara denganmu tahu.”

Laki-laki berotot itu masih tertawa. Terus tertawa hingga tawanya surut dengan sendirinya. “Baiklah, maaf membuang waktumu.” Taecyeon memandang langit-langit cafe, terlihat berpikir. “Kau menyukai Junho?”

Krystal langsung tersedak cappucino-nya begitu mendengar pertanyaan frontal dari Junho. “Hey, kau tidak apa-apa, kan?” tanya Taecyeon khawatir. Ia menjulurkan tissue yang berada di tangannya kepada gadis yang masih terbatuk-batuk itu.

“Apa sih yang kau bicarakan?” tanya Krystal diselingi suara batuk. Rasanya tidak nyaman ketika kau tersedak kopi panas. Iya, kan?

Sinar mata Taecyeon berubah menjadi jahil. “Pasti iya, kan?” godanya yang secara jelas membuat kedua pipi Krystal memerah.

“Dan kau mengencani eonni-ku!” elak Krystal sambil membuang muka.

Taecyeon berekspresi seolah-olah dia kaget. “Ah, jadi benar? Benar itu, Krystal?” tanya Taecyeon kepo. Krystal balas mendengus dan meraih tasnya kemudian berlalu dari cafe. Tentu saja setelah menjulurkan lidah pada calon kakak iparnya. “Hey, Krys!” panggil Taecyeon. Tapi percuma, gadis itu telah menghilang di balik pintu cafe.

Pemuda bermarga Ok tersenyum dan secara percaya diri, ia berani mengambil kesimpulan bahwa calon adik ipar-nya juga menyukai dongsaeng-nya.

***

Gadis itu masih tertawa meskipun ia telah menutupi wajahnya dengan bantal. Krystal, gadis itu tak bisa menghentikan tawa ataupun senyum idiotnya ketika mengingat apa yang Taecyeon ungkapkan di siaran Strong Heart tadi.

Awalnya, ia mengira Junho adalah sosok gentleman. Namun ternyata tidak sepenuhnya, pemuda itu humoris juga rupanya.

Krystal meraih ponsel yang ia letakkan di atas laci. Tiba-tiba saja ia ingin mengirimkan pesan teks pada lelaki bermarga Lee tersebut.

To : Junho-oppa

Aku tersanjung karena oppa sudah mengusulkanku untuk bekerja sama dengan 2PM-oppadeul.

Krystal menopangkan ponsel pada dagunya ketika ia menekan tombol send.

Drrt.

Ponselnya bergetar. Pasti texting dari Junho.

From : Junho-oppa

Darimana kau tahu? Pasti dari Taec-hyung, kan? Ish, ember sekali dia.

Krystal tergelak membaca respon dari Junho.

To : Junho-oppa

Bagaimanapun terima kasih. Tapi maaf sekali aku sudah mengecewakanmu.

From : Junho-oppa

Tidak apa. Ngomong-ngomong, besok kau ada acara?

Mendadak jantung Krystal berdegup dengan kencang. Apa mungkin Junho akan mengajak Krystal hang-out?

To : Junho-oppa

Anniya. Waeyo?

Gadis itu kini harap-harap cemas menanti reply dari Junho. Oh, godshe’s gonna be crazy if Junho does ask her for a date.

From : Junho-oppa

Aku ingin mengajakmu dinner besok. Aku akan menjemputmu pukul 7 malam, jadi berpakaianlah yang bagus. OK?

Krystal bersorak sekaligus berteriak dengan riang. Ini ajakan kencan, bukankah terlihat dengan jelas? Terlalu jelas malah…

“Gya~! Dating!” Serunya tanpa bisa menahan tawanya lagi.

***

Krystal memandangi refleksi bayangan mayanya sendiri melalui pantulan cermin besar di hadapannya. Senyum gugup dan ragu terlukis di bibir tipisnya, sedikit khawatir ia melihat bayang Jessica yang sedang tersenyum sembari menyisir rambut panjang kecoklatannya.

“Aku takut, eonni.” gumam Krystal dengan suara menggigil. Jessica membelai lembut rambut adik kandungnya kemudian membingkai wajah oval Krystal dengan kedua tangannya.

“Apa yang kau khawatirkan, ehm?” Suara Jessica melembut, membuat bibir mengkilat Krystal bergetar nervous. “Ini hanya kencan, Soojung. Bukan perjodohan.” gelak tawa terdengar dari bibir tipis Jung tertua.

“Tetap saja aku gugup.” cibir Krystal. “Bukannya itu wajar?”

Jessica mengangguk dengan dramatis. “Dan saat-saat seperti ini pasti akan datang, Soojungie. Datang sekarang.” ucapnya. Gadis yang lebih tua mengelilingi Krystal yang masih menatap dirinya sendiri dengan ragu. Jessica tersenyum melihat betapa cocoknya gaun hitam yang dikenakan Krystal saat ini. “Jangan khawatir. Kau cantik dengan gaun ini.” hiburnya sambil menyentuh detil renda di bahu Krystal.

Krystal tersenyum. Jessica memang kakak terbaik yang ia miliki.

Keheningan antar kedua individu itu pecah ketika bunyi ketukan pintu terdengar dari luar kamar. Jessica yang sedaritadi berdiri segera menghampiri pintu dan membukanya.

“Nona, seorang pemuda datang. Dia berkata ingin bertemu Nona Soojung.” jelas pelayan di hadapannya sambil menundukkan kepala.

Jessica tersenyum pertanda ia mengerti. “Baiklah, aku tahu.” ucapnya yang membuat pelayan keluarga Jung itu membungkukkan badannya lalu berlalu dari hadapan Jung sulung.

Jessica membalikkan badannya seraya tersenyum jahil. “Krys!”

Jung paling muda menolehkan kepala ke arah kakaknya.

“Junho sudah datang.”

***

Dan disinilah Krystal sekarang, di sebuah restoran mewah dimana hanya ada ia dan Junho sebagai pelanggan一ia menduga mungkin Junho telah memesan tempat ini khusus untuk keduanya. Sesekali gadis itu memandang takjub pada dekorasi restoran yang bergaya italia. Indah, sangat indah.

Berbeda bagi Junho, baginya eksistensi Krystal di hadapannya lebih indah dibandingkan dekorasi elegan restoran tersebut. Mata sipitnya terus saja memerhatikan Krystal yang ia tahu sedang memperhatikan arah lain.

Gadis itu cantik. Tidak salah Junho menyukainya…

“Ingin suatu pertunjukan?” tanya Junho disertai senyum khasnya.

Krystal mengernyit, tak mengerti dengan apa yang dibicarakan Junho. Tanpa persetujuan apapun dari Krystal, Junho menjentikkan jemarinya. Tak lama seorang pelayan lelaki menghampiri meja keduanya dan memindahtangankan sebuah gitar padanya, tentu saja Junho menerimanya dengan senang hati. Ketika pelayan itu pergi, Junho mulai memainkan gitarnya, memainkan sebaris intro harmonis yang mampu membuat Krystal tersipu.

[Give it to Me]

Mami gat daneun geon algo isseot jiman

(I know our hearts are the same but)

 

Maebeon eot galligo, yeah

(We always miss each other)

 

Mal eobshi seororeul baraman boneun geotdo

(Even looking at each other without words)

 

Ijeneun jichyeosseo

(Now I’ve gotten tired)

 

 

Every day, every night, neomani chae ulsu itneun geol

(Every day, every night, only you could fill me up)

 

It’s alright, it’s alright, ijen nae mameul jeon halge, daedab haejwo

(It’s alright, it’s alright, now please answer my heart)

 

 

Baby give it to me, jjarit hameul naege jwo, neowa hamkke halgeo ya

(Baby give it to me, give me excitement, I’ll be together with you)

 

Naege dagawa jwo, jigeum isungan maneun dareun saenggak hajima

(Come to me, don’t think about anything else at this moment)

 

 

Nan, nan, neoman isseu myeon dwae

(I, I, If I only have you it’ll do)

 

Nan, nan, I wanna feel your love

(I, I, I wanna feel your love)

Krystal terharu, takjub, dan bahagia sekaligus. Dadanya terasa hangat, perutnya bergejolak tak karuan, bahkan tubuhnya saja tak mampu menahan rasa kebahagiaan yang terpendam一apalagi bibirnya yang selalu saja melengkung, senyum idiot itu selalu tersungging ketika suara merdu Junho terdengar di telinganya, seolah hendak melumpuhkan tulang pendengarannya.

Tak pernah ia menyangka sekalipun bahwa Junho akan membalas perasaannya. Perasaan yang selalu ia timbun dalam setahun, ah… atau mungkin dua tahun? Krystal bahkan melupakan hal kecil itu karena luapan bahagianya.

Junho menyudahi permainan gitarnya, ia meletakkan gitar tersebut dengan hati-hati di atas lantai. “Jadi, bagaimana Soojung-ah?”

Omo… pemuda itu bahkan memanggilnya dengan suffix seolah keduanya telah kenal dekat.

“Maksud Oppa?”

Junho mendesah sedikit kecewa. “Aku kira kau mengerti maksud dari lagu yang baru saja aku nyanyikan.” keluhnya. “Ah, begini saja… Krystal, Jung Soojung, Soojung-ah… aku menyukaimu, bagaimana jika kau… eung… kau menjadi一”

“Aku menyukaimu dan aku mau menjadi kekasihmu.” potong Krystal dengan senyum jahil di wajahnya. Tak perlu lagi ia bersembunyi karena Junho sewajarnya jugaa mengerti perasaannya.

Jinjayo?”

Krystal mengangguk sedangkan Junho tersenyum lebar sambil mengepalkan kedua tangannya ke atas. “Tapi aku kecewa…”

Perasaan bahagia di raut wajah Junho perlahan memudar. “Kenapa?”

Krystal menggigit bibir bawahnya sendiri dan menatap kekasih barunya tersebut dengan ekspresi sedih. “Pernyataan cintamu terlalu payah, oppa.” lantas gadis itu tertawa lebar.

Junho dengan kikuk menggaruk belakang kepalanya. “Yah, maaf… aku bingung harus berkata apa, bahkan Taecyeon-hyung tidak mengatakan apapun padaku tentang ini. Aku pikir kau cekatan menangkap maksudku hanya dengan sebuah lagu.” tutur pemuda itu dengan polos.

“Hah? Jadi oppa… minta bantuan pada Taecyeon-oppa?” Tanya Krystal sembari melihat Junho menuangkan wine ke gelas pemuda itu sendiri.

Junho mengedipkan mata kirinya sekali, sungguh lucu. “Ditambah Jessica, unnimu.” tambahnya kemudian menuang sedikit wine pada gelas Krystal. Gadis itu sudah 18 tahun, sudah cukup usia untuk minum anggur.

“Oh…”

Hening cukup lama seusai Krystal membeo. Junho menenggak wine-nya sedikit lalu menatap Krystal dengan dalam. “Jadi, kita backstreet?”

Krystal memutar bola matanya dan mengangguk pelan. “Hm, aku rasa begitu.”

“Kalau begitu berikan aku pelukan.” mohon Junho dengan suara cute. Sifat manja yang tak pernah Krystal sangka ada dalam diri Junho, ternyata muncul tepat saat itu juga. Gosh, he’s too cute

Krystal memuji sifat cute Junho dalam hati, namun rasa tinggi hatinya lebih besar hingga ia menolak dengan mantap. “Tidak mau.”

“Bagaimana kalau kecupan dahi?”

Nan shireo.”

“Sebuah ciuman?”

“Mesum!”

*** END ***

A/N :

Soal Strong Heart bisa dilihat disini. Terus lagu yang dimaksud Taecyeon di atas itu ‘Give it to Me’ (oke ini emang delusional). OK, akhirnya FF ini selesai juga dengan tidak jelasnya. Wanna RCL? *puppy eyes*

10 comments on “[Chapter 3] Cool & Natural

  1. aku ninggalin jejak dulu deh..
    bacanya ntaran aja gpp kan unni..
    #bow..

  2. ditunggu lanjutannya thor ^^d

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: