12 Komentar

[Ficlet] Untitled

Untitled

Author : Choi Jinyeong.

Main Casts :

+ Jung Soojung [Krystal] (F(X)).

+ Choi Minho (SHINEE).

Supporting Casts :

– Lee Jinki [Onew] (SHINEE).

Pairing :

Minho x Krystal.

Rating :

PG-15.

Genre :

Romance | Fluffy-Gagal.

Length :

Ficlet

Summary :

F(x) akan mempersiapkan comeback mereka dalam waktu dekat. Krystal berpikir bahwa ia harus diet karena ia takut abs-nya hilang. Bagaimana pendapat Minho saat gadisnya mengkonsultasikan hal kecil itu padanya?

***

Minho mencari keberadaan ponselnya di kantong long jeans-nya. Tiba-tiba saja ia merasa rindu dengan kekasihnya. Well, ini sudah 7 hari sejak ia tak pernah kontak dengan Krystal sama sekali! Texting yang ia kirim tak pernah dibalas, telepon juga jarang diangkat, apalagi bertemu untuk kencan. Kangen wajar, kan?

Dia menunggu panggilannya dijawab Krystal sambil mengetuk-ngetuk meja di dekatnya. Dia tidak sabar, konyol memang.

“Yoboseoyo?”

Akhirnya diangkat juga, kalimat itu terlintas di batin Minho.

“Yah, Soojung lama sekali kau mengangkat telepon.” Uring Minho. Mungkin terdengar berlebihan, namun di balik itu ia sangat khawatir. “Tidak pernah membalas texting, jarang mengangkat telpon. Kau ini kenapa, sih? Membuat gusar saja.”

“Sudah marah-marahnya?”

“Ya, Soojung!” Suara Minho meninggi saat Krystal sengaja menggodanya. Gadis itu memang senang sekali membuatnya jengkel.

“Hihi, maaf oppa. Aku benar-benar harus bekerja keras 7 hari ini. Tanggal comeback f(x) sudah ditetapkan dan kami harus latihan keras.”

Minho sudah mafhum. Krystal memang seorang gadis yang ambisius dan perfeksionis一singkat kata Krystal adalah Choi Minho ‘Versi wanita’, dia tidak ingin konsentrasinya terganggu hanya karena hal kecil saja. Minho tidak mungkin marah sebab ia juga sesekali一dengan terpaksa一melakukan hal yang sama pada Krystal. “Itu kabar baik. Lalu, apa yang sedang kau lakukan sekarang?”

“Eung, aku sedang exercising di gym.”

Minho mendesah, “Sudah makan?”

“Err… aku… sudah.”

Pemuda itu memutar bola matanya, “Jangan coba berbohong. Latihan itu penting memang, tapi makan itu jauh lebih penting. Aku pergi ke gym, kau jangan kemana-mana.”

PIK!

Pemuda bermarga Choi memutus panggilannya dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana.

***

Onew mengendus aroma lezat yang benar-benar mengganggu indra penciumannya. Pemuda tertua di dorm itu mengikuti nalurinya untuk mencari sumber aroma tersebut dan mendapati seorang Choi Minho sedang bergelut dengan peralatan masak di dapur. Agak jarang memang, jadi wajar bukan ketika saat ini Onew membulatkan mata sipitnya secara berlebihan?

“Apa yang kau lihat?” Tanya Minho yang terganggu dengan tatapan berlebihan pemuda bermarga Lee.

“Kau dan kegiatan memasakmu.” Sahut Onew. Dia berjalan mendekat pada dongsaeng-nya tersebut dan ia harus meneguk ludah ketika beberapa potong telur dadar, nasi, dan kimchi seafood dijadikan satu dalam sebuah kotak bento berwarna merah tua. Dari jumlah nasinya, ia tebak bento itu hanya untuk dua orang一terlihat jelas dari porsinya. “Aku tak tahu kau bisa memasak sebegini hebat. Aku tergerak kemari karena aroma enaknya.”

“Itu karena kau tak pernah memperhatikanku.” Ujar Minho diiringi kikikan kecil. Tangan besarnya menutup kotak bento lalu tersenyum puas. “Aku bahkan jauh lebih berbakat daripada Key-hyung yang sering kau puji kelezatan masakannya.”

“Dasar sesumbar.” Ejek Onew. “Kau membuatnya untuk siapa? Kenapa dua porsi?”

“Kau seperti polisi. Seenaknya saja menginterogasiku.” Gurau Minho.

“Err… siapa tahu itu untukku.”

“Jangan harap.” Minho menjulurkan lidahnya pada sang leader.

“Choi Minho.” Panggil Onew getir.

“Hn?”

“Berhentilah ber-aegyo.”

Minho menarik ujung bibirnya berkesan tidak suka, “Kenapa?”

“Itu aegyo murahan.”

PRANG! BRAK! DUAK!

Akhirnya Lee Jinki yang kelewat jujur nan polos menjadi korban pelemparan panci, spatula, dan berbagai alat masak lainnya atas aksi ‘jujur’-nya sendiri pada seorang Choi Minho yang kelewat emosional.

“Reflekmu buruk, hyung. Aku tak percaya kau pernah join Dream Team.” Sindir Minho dan ia langsung melesat bersama bekalnya sebelum si ‘tetua’ mengamuk.

“YA!! CHOI MINHOOOOOO!”

***

 

Krystal menghapus peluh yang mengaliri pelipisnya dengan handuk kecil berwarna merah miliknya. Ia meluruskan kakinya di atas lantai dan melakukan gerakan cium lutut. Rasa lelah sengaja tidak ia rasakan. Hari ini jadwalnya dipenuhi untuk excercising.

Dia membuang muka dan menemukan keberadaan sosok tampan yang ia tidak sadar sedang mengamati aktivitas nge-gym-nya sedaritadi.

“Minho-oppa?”

Minho tersenyum. Pemuda bermarga Choi berjalan mendekati Krystal dan membantu gadis itu untuk berdiri. Sepertinya Minho tahu Krystal sudah memforsir tenaganya terlalu banyak.

“Ayo pergi makan.” Gumam Minho. Krystal hanya bisa menurut.

“Oppa, bukannya kita mau makan?” Krystal angkat bicara. Ia masih tak mengerti kenapa Minho mengajaknya ke locker room bukannya ke restoran, kedai, atau yang lainnya. “Kenapa ke locker room?”

Minho membuka lokernya dan mengambil sekotak bento dari dalam ranselnya. “Makan bukan berarti harus ke restoran fast food, kan? Itu tak baik untuk kesehatan, Soojung.” Ia berbalik menghadap Krystal dengan kotak bento di tangannya. “Aku memasak untukmu.”

Kedua mata Krystal melebar dengan takjub, “Ah, sungguh? Pasti enak!”

Minho tersenyum dengan lembut melihat wajah Krystal yang tadinya kelelahan kini berbinar bagai namanya. “Dasar bocah. Ayo, makan di cafe.”

Krystal mengerutkan keningnya. Ia melirik kaos oblong yang ia kenakan. “Oppa, biarkan aku ganti baju dulu. Aku bau.”

“Tidak boleh. Anggap saja ini balasan atas kebandelanmu karena latihan hingga siang bolong begini.” Tolak Minho kemudian menangkap pergelangan gadis yang lebih muda 3 tahun darinya dan menariknya pergi dari locker room.

Krystal menghela nafas. “Baiklah. Aku memang harus tunduk pada Pangeran.” Gumamnya dengan nada putus asa.

Pemuda bermarga Choi tersenyum sekilas. Pangeran一Krystal memang sering menggodanya dengan julukan konyol itu. ‘Dasar Juliette!’ Batinnya.

“Lagipula kau tidak bau, kok.”

“Apa, Oppa? Aku tidak dengar.”

“Lupakan.”

“Ish, dasar ahjussi.”

***

“Nah, sekarang habiskan semuanya.” Minho memindahkan sumpit yang berada di tangannya pada Krystal.

“Apa? Sebanyak ini?” Tanya Krystal. Bukannya keberatan sih, hanya saja ia takut volume lambungnya tidak muat untuk mencerna makanan yang cukup banyak di hadapannya.

Minho mengangguk. “Kerja kerasku, nih. Jadi, hukumnya wajib untuk dihabiskan.”

Ragu-ragu, Krystal mengambil telur dadar dengan bantuan sumpitnya dan memasukkannya ke dalam mulut. Rasanya enak, dia jadi tak percaya ternyata Minho bisa memasak.

“Enak sekali, oppa.” Puji Krystal. Ia mencicipi kimchi seafood yang berada di bento yang sama. “Ini juga enak.” Lanjutnya. Gadis bermarga Jung kemudian berhenti dan mengangkat sumpitnya. “Tapi…”

Menyadari ada perubahan air wajah dari Krystal. Minho menggeser kursinya, memandangnya dengan penuh tanya. “Kau ada masalah?”

Krystal menghela nafas panjang. “Aku ingin menghabiskannya, tapi Oppa tahu, kan tanggal comeback f(x) sudah dijadwalkan? Aku harus diet.” Gadis itu menundukkan kepalanya. Ia tak berani menegakkan wajahnya dengan Minho, takut-takut si pemuda bermarga Choi marah padanya. “Aku terus memikirkannya akhir-akhir ini. Aku takut kehilangan abs-ku. Dari seluruh anggota tubuh, aku rasa netizen lebih memperhatikan perutku ketimbang yang lainnya. Kalau aku nggak bisa mengatur pola makan, lemak bisa menimbun perutku.”

“Jangan diet!” Seru Minho dengan dingin. “Kau mau membuat tubuhmu terlihat seperti mayat hidup, heh?”

“Aku一”

“Soojungie, cukup lakukan olahraga saja. Olahraga bisa membakar lemak, juga bisa mempertegas abs-mu, kan?” Potong Minho tanpa memberikan Krystal kesempatan untuk bicara sekalipun. “Aku takut kau melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Aku tak mau kau drop cuma karena diet tidak sehat Soojung.” Minho menatap gadis di hadapannya. “Aku selalu men-support kegiatanmu. Aku tak pernah mengekangmu, kan?”

Krystal menggeleng dengan polos. Kedua matanya tak lepas dari Minho. Ia cukup tahu bahwa Minho tak pernah menuntut apapun darinya. Mereka berdua sama-sama tahu realita bahwa keduanya adalah artis, sehingga tak memungkinkan untuk saling memaksa salah satunya untuk melakukan apa yang diinginkan pihak lainnya. Cukup mereka berdua saja yang tahu.

“Kalau begitu aku mohon ikuti permintaanku yang ini. Demi kebaikanmu dan aku yang selalu khawatir padamu juga.” Pinta Minho. Ia mengelus punggung tangan kanan Krystal. “Fans一termasuk aku一akan lebih senang jika idol-nya makin berisi, Soojung. Kau harusnya mengerti… Yang harus kau lakukan adalah makan dengan teratur, tetap olahraga, dan jangan pelit senyum. Pasti itu akan membentuk abs-mu.” Pemuda bermarga Choi terkekeh, begitupula dengan gadis bermarga Jung. “Kristal akan tampak indah kalau terpantul seberkas sinar, begitupula dengan Krystal… Krystal akan terlihat cantik jika dia tersenyum.”

“Oppa.” Krystal menepuk lengan Minho. Jujur saja, ia selalu malu jika dipuji Minho. Berbeda dengan dipuji orang lain, rasanya lebih spesial. Mungkin karena status keduanya yang in relationship.

Minho tersenyum melihat ekspresi manis Krystal ketika dia malu-malu. “Sudahlah… habiskan bento buatanku.”

“Arasseo.” Krystal memakan bekal buatan Minho lamat-lamat. Membiarkan rasa lezat itu menjalar ke seluruh lidahnya. Tidak pernah ada dalam bayangannya seorang Choi Minho mengenakan celemek dan memasak di dapur. Pasti freak sekali…

“Kenapa tertawa?”

“Hehe… tidak, aku cuma sedang memikirkan hal konyol. Oppa sini makan juga. Biar aku suapi.”

“Selama kau suapi sih aku oke-oke saja.”

*** END ***

12 comments on “[Ficlet] Untitled

  1. daebak!bener-bener nyata kisahnya,amin
    hehehe
    makasih thor udah buat ficlet minstal

  2. Uwaaaaaa… Manis, min!

  3. nice story😀

  4. berasa bgd feelnya thor…
    jadi senyum” sendiri lihat minstal…
    minstal so cute n romantis bgd…
    minho mw juga dunk dmasakin… pasti enak,,,🙂

  5. Annyeong..
    Ga nyangka Minho bs masak. Tp beneran dia bs masak ga sih?
    Suka sama cerita2 ringan & manis kyk gini.
    Keep writing ya chingu.

  6. bagus.. kyaa ..
    sayangnya disini msih kurang ff MinStal.
    bkin FF minstal lbih byk yah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: