18 Komentar

[Oneshot] Heart to Heart

HEART TO HEART

Author : Choi Jinyeong

Summary : Krystal tanpa sengaja melihat Minho一kekasihnya一sedang makan siang bersama seorang gadis asing. Bagaimana usaha Minho untuk meyakinkan Krystal bahwa makan siang itu bukanlah apa-apa?

Casts : Minho and Krystal ~MinStal Focused<3.

Disclaimer : Krystal belongs to God, herself, and Minho. Minho belongs to God, himself, and Krystal. This story and MinStal couple is mine😄

Genre : Romance.

Rating : T

Length : Oneshot

Warning : Oneshot. Fail!. OOC. Weird. Don’t Like Don’t Read. No bashing, OK?

‘Aku tidak bisa. Aku sibuk sayang. Pekerjaanku dengan SHINee tidak bisa dihentikan begitu saja.’

Krystal membanting ponselnya ke kasurnya. Selalu begitu. Sibuk ini, sibuk itu, selalu itu alasan Minho untuk menolak Krystal yang mengajak kencan. Padahal kesibukan Krystal dengan f(x)-pun tidak sepadat itu. Mencurigakan sekali…

“Sekarang aku harus apa?” Tanya Krystal pada dirinya sendiri. Tidur di kamar seharian? No way!

Tapi, kalau ia pikir-pikir ini sudah ke-5 kalinya Minho menolak ajakannya untuk hang-out. Bagaimana ia tidak curiga, coba?

Hal ini membuat Krystal teringat saat pertama kali ia memendam perasaan pada Minho一sejak awal, sejak ia syuting Juliette music video. Saat ia sempat berpikir bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan ketika Minho menolaknya dua kali di Dream Team, namun rasanya jalannya dengan Minho diberkati, buktinya walau penolakan itu terjadi lebih dari sekali, keduanya tetap saja menjadi pasangan di Dream Team一Yeah, big thanks for Sangchu Mighty Mouth!一. Sejak mereka menjadi pemenang di Dream Team sepasang anak gadis dan pemuda itu mendapat gelar ace sekaligus relasi mereka semakin dekat一tentu saja Krystal senang karena hal ini. Dan akhirnya dari kedekatan itu, siapa yang tahu jika Minho mengagumi Krystal dan mengajak gadis belia itu kencan?

Ya itu dulu. Faktanya, Minho sudah banyak berubah sekarang.

Dulu, saat status mereka belum ‘in relationship‘, mereka sering hang out bersama. Nah sekarang? Aish, mungkin sebulan hanya sekali.

Bukannya Krystal menuntut, tapi lumrah kan jika seorang gadis ingin selalu disayangi dan dimanjakan kekasihnya?

Saat disinggung mengenai kasus itu, Minho selalu berkelit dan ujung-ujungnya pasti bertengkar.

“Setiap orang tidak ada ketika aku membutuhkan mereka.” Lirih Krystal sambil menutup kedua matanya perlahan.

***

Drrt drrt

Krystal mengecek ponselnya yang bergetar. Texting dari Suzy ternyata.

From : Baek Suji
Soojungie, tidak ada schedule?

Krystal berpikir sejenak. Schedule satu-satunya di hari ini hanyalah tidur yang nyenyak di rumah. Ish, siapapun tahu itu bukan schedule.

Jemari lentik Krystal beradu dengan layar touch screen ponselnya.

To : Baek Suji
Schedule? Aku rasa schedule-ku hari ini adalah bergumul di balik selimut kkk~ waeyo, Suji-ah?

Krystal terus memfokuskan kedua matanya pada ponselnya berharap Suzy segera membalas texting-nya.

From : Baek Suji
Ah, kosong ternyata. Kau mau tidak menemaniku shopping? Aku hampir mati kebosanan di dorm. Otw to your house, don’t go anywhere, okay?

To : Baek Suji
Siap Suzy!

Krystal-pun segera ganti baju dan berharap acara shopping-nya dengan Suzy dapat menghilangkan rasa curiganya pada aktivitas Minho.

***

“Aish, hanya ganti baju saja kau lama sekali nona Jung.” Goda Suzy sambil terkekeh ringan. Krystal hanya ikut tertawa.

“Maaf, Suji. Kau tahu kan itu memang kebiasaanku?” Tanya Krystal balik yang disambut anggukan Suzy.

“Oh baiklah, kemana mom and dad-mu?” Lanjut Suzy sambil melihat ke sekeliling rumah Krystal yang tampak sepi.

“Mereka di Busan. Aku sendirian.” Keluh Krystal. “Ada apa kau menanyakan mereka?”

“Ah tidak… Hanya saja aku takut mereka mengkhawatirkan anaknya yang paling muda karena pergi denganku.” Goda Suzy.

“Apa sih yang kau bicarakan nona Baek?” Krystal mem-pout bibirnya. “Err… Biar aku ingat-ingat, kedatanganmu kemari kan untuk menjemputku pergi shopping?”

“Tentu saja. Ayo kita pergi.” Kedua gadis cantik itu-pun keluar dari mension mewah keluarga Jung. Keduanya masuk ke dalam mobil Suzy dan melesat menuju salah satu mall favorit Suzy di kawasan Seoul.

***

“Yah, Suji. Kau membuatku lelah dengan menyuruhku memilihkan pakaian-pakaianmu itu.” Keluh Krystal sambil merelaksasikan badannya. Ia melirik empat kantung belanjaan yang dijinjing Suzy. Wow, Suzy ternyata shoppaholic!

“Maaf, Jungie… Kau tahu sendiri, kan aku adalah orang yang paling tidak bisa menahan diri jika melihat fashion terbaru.” Elak Suzy sambil tertawa. “Tapi kau enjoy juga, kan? Buktinya kau juga beli…”

“Tapi tidak sebanyak kau.” Gumam Krystal. “Ah, belanja seharian membuatku lapar.” Gadis itu mengelus perutnya yang tertutup dress.

“Sama! Bagaimana kalau kita ke salah satu restoran untuk mengisi perut?” Usul Suzy yang tentu saja disetujui Krystal. “Aku punya rekomendasi restoran yang menu-nya enak dan suasananya cozy disekitar sini.”

Krystal menguntit Suzy dari belakang, “Nona Baek pelan-pelan sedikit.” Protesnya yang membuat Suzy memperlambat jalannya. “Ngomong-ngomong, kau ini tahu segala hal ya? Butik, mall, restoran. Awesome.”

Suzy tersenyum kecut, “Tidak juga. Aku hanya dengar dari Min-eonni. Kalau restoran yang akan kita kunjungi ini rekomendasi dari Soohyun-oppa.”

Kedua mata Krystal membulat. “Mwo? Jadi, kau benar jalan dengan Soohyun-ssi?” Suzy menepuk kepala Krystal yang membuat Krystal merengut, “Hey! Aku ini sepantaran denganmu. Don’t ever try to hit my head!”

“Habisnya kau sembarangan sih. Aku dan Soohyun-oppa hanya rekan kerja, kan? Kami sih profesional, jadi hanya dekat karena job, tapi di luar itu kami berteman. Tidak ada yang lebih…” Katanya sambil mencubit hidung Krystal. “Beda denganmu dan Minho-ssi.”

Ekspresi Krystal mendadak menjadi dingin, “Jangan bicarakan dia Suji.”

Suzy tergelak, “Pasti sedang ada masalah internal.” Gadis bermarga Baek itu berhenti di depan pintu restoran yang super besar, diikuti dengan Krystal. “Ini tempatnya, Jungie.”

Kedua mata Krystal sibuk melihat-lihat dekorasi bagian depan restoran tersebut. Wow, selera Suzy memang luxury. “Shinzi? Rumah makan jepang?”

Suzy mengangguk pasti kemudian menggandeng Krystal, “Ya, come on.”

Setelah melewati pintu masuk, Krystal dapat melihat dengan jelas dekorasi mewah dan tertata rapi restoran tersebut. Mau tak mau ia mengaguminya.

“Soojungie, Minho ada disini.” Ujar Suzy sambil menunjuk ke arah meja bernomor 25. Krystal mengikuti arah pandang Suzy sambil mengernyit. Choi Minho sedang makan siang dengan seorang wanita ternyata, cih… “Dia dengan siapa kau tahu?”

“Entahlah.” Jawab Krystal lemah. Sial, ternyata itu yang Minho maksud dengan sibuk? Yeah, sibuk flirting dengan gadis lain!

“Kau masih berhubungan dengannya, kan?” Tanya Suzy. Ia menekuk dahinya bingung.

“Aku rasa hubungan kami akan berakhir.” Ujar Krystal datar.

“Demi Tuhan.” Suzy menutup bibirnya dengan telapak kanannya. “Dia… Selingkuh?”

“Sudahlah… Aku rasa lebih baik kita pulang.” Krystal rasnya sudah menyerah. Ia tidak kuat menahan sesak di dadanya

“Without anything? Are you kidding me, Soojungie?” Protes Suzy. Namun, ia segera mengunci mulutnya rapat-rapat ketika ia melihat Krystal yang menunduk dan membasuh air matanya sendiri. “Baiklah, aku rasa daripada kita makan hati disini lebih baik kita pulang.”

***

“Soojungie, kau mau kutemani? Aku khawatir padamu.” Tawar Suzy yang merasa bersalah. Andai ia tidak mengajak Krystal belanja pasti Krystal tak akan melihat Minho dengan gadis lain.

Krystal tersenyum hambar, “Tidak perlu, Suji. Sooyeon-eonni akan datang sebentar lagi.” Bohong! Hari ini Jessica tidak akan pulang ke mension keluarga Jung karena kesibukan syuting-nya. Krystal hanya tidak ingin merepotkan Suzy terlalu jauh.

“Ah baiklah.” Gumam Suzy dengan canggung. “Maafkan aku karena aku mengajakmu shopping tadi dan一”

“NO! Jangan menyalahkan dirimu, ini hanya masalah internal saja, kok.” Potong Krystal. Suzy masih menatap gadis sepantarannya ini dengan ekspresi mengasihani. Ia dapat melihat dengan jelas bahwa kedua mata Krystal bengkak karena menangis sepanjang perjalanan pulang.

“Berceritalah kalau kau tidak keberatan.” Suzy menepuk pundak Krystal penuh dengan empati. Sementara empunya hanya mengangguk. Tapi Suzy yakin itu tidak akan membantu, well selama bersahabat selama 5 tahun ia tahu Krystal adalah orang yang tertutup. Bahkan ia mengetahui bahwa Krystal dan Minho berpacaran saja bukan dari bibir Krystal. Entahlah, ia tak tahu persahabatannya ini macam apa. “Aku pulang. Annyeong!”

“Annyeong.” Sahut Krystal lemah.

KLEK!

Ia segera mengunci pintu rumahnya dan berlari menuju westafel untuk mencuci wajahnya yang berantakan.

Bunyi air mengalir memenuhi telinga Krystal. Ia mencuci wajahnya berkali-kali, berharap dinginnya air dapat memadamkan panas hatinya一walau ia tahu itu percuma. Krystal memandang pantulan bayangannya di permukaan kaca.

“YOU’RE FUCKIN’ BASTARD, CHOI MINHO!” Teriaknya dengan high pitch-nya. Sekelebat bayang Choi Minho tiba-tiba menghampiri pikirannya. Hm, bayangan Minho bersama gadis asing itu! Shit, Minho is a real player!

Krystal merogoh kantungnya dan mengambil ponselnya.

To : Minho-oppa
Damn, you Playboy! I think we must stop this fuckin’ relationship! YOU’RE FUCKIN’ BASTARD, CHOI MINHO!

Kalimat-kalimat berisi umpatan itu sudah pasti tiba di ponsel Minho ketika Krystal meng-klik tombol send.

“AARGH!” Teriak Krystal kesal. Tanpa pikir panjang ia segera membanting ponselnya hingga benar-benar hancur一sama seperti perasaannya sekarang. “Damn you, Choi Minho!”

***

Minho mengernyit saat mendapat texting dari Krystal yang secara keseluruhan berbahasa inggris. Tanpa tahu artinya secara lengkap, ia sudah yakin bahwa pesan itu berisi umpatan.

“Kenapa Minho-ssi?” Tanya seorang gadis cantik di sebelahnya.

“Ah tidak, temanku texting sesuatu yang aneh.” Elak Minho sambil berekspresi ‘tidak-apa-apa-kok’. Ia mencoba untuk menghubungi Krystal, namun naas hanya operator yang menjadi lawan bicaranya. “Orang ini kenapa, sih?”

“Minho-ssi ada apa? Kenapa berekspresi begitu?” Gadis itu bertanya lagi dengan mimik wajah khawatir.

“Aku tidak apa-apa, Dara-noona. Hm, sebelumnya aku minta maaf, sepertinya aku tak bisa mengantarmu pulang, aku ada urusan mendadak.” Jelas Minho sedikit cemas.

Dara一atau yang kita tahu sebagai Sandara Park一tersenyum halus一sangat kontras dengan umurnya yang sudah lebih dari seperempat abad, “Tidak apa-apa, Minho-ssi. Aku akan menyuruh Cheondung untuk menjemputku. Terima kasih sudah mentraktirku hari ini, senang sekali bisa bekerja sama denganmu.”

Minho mengangguk, “Ne, sama-sama. Maaf sekali aku harus pergi sekarang. Annyeong haseyo!” Pamitnya dan meninggalkan Dara sendiri di tengah banyak orang asing di mall tersebut.

“Annyeong.” Balas Dara. Jujur ia sedikit kecewa saat Minho tidak mengantarnya pulang ke dorm, hm… Mungkin ia terlalu banyak berharap. Lagipula, selisih usia keduanya terlampau jauh untuk hang-out bersama. “Ugh. Gadis yang paling beruntung adalah gadis yang memiliki kekasih se-gentle Choi Minho.” Desahnya sambil tertawa一karena itu tak mungkin terjadi padanya.

“Noona!” Dara menoleh mendengar seruan seorang pemuda. Ah, itu Cheondung一adiknya!

Betul juga. Walau tak bisa memiliki hati Choi Minho, tapi ia masih memiliki adik sesempurna Thunder.

Ya, adik yang menderita sister-complex.

***

“Nomor yang anda telepon tidak dapat dihubungi.”

BRUK! Minho membanting tangannya pada setir mobil. Ia mencoba menelpon gadis itu sekali lagi tapi hasilnya nihil.

“Kenapa sih dia tiba-tiba ingin memutuskan hubungan secara sepihak begitu?” Minho mengernyit. Ia memijit pelipisnya sendiri, rasanya semua ini membuat kepalanya pening.

Minho memandang kediaman keluarga Jung yang berada di depan mata. “Aku rasa aku harus menyelesaikan ini secara langsung.” Decihnya. Ia membuka pintu mobilnya dan berjalan menuju rumah Krystal.

Ia menekan bel yang menempel di dekat pintu dengan terburu-buru.

5 menit. Pintu belum terbuka.

10 menit. Minho merasa lelah menekan bel naas itu.

15 menit. Minho berpikir mungkin Krystal sedang berada di kamar mandi dan tidak mendengarnya.

20 menit. Minho mengira-ngira mungkin Krystal tertidur hingga tidak bisa mendengar suara nyaring bel rumahnya sendiri.

25 menit berlalu…

“Gaah! Mungkin Krystal tidak berada di rumahnya.” Batin Minho putus asa. Pemuda itu mengambil ponselnya sendiri dan terlihat menelpon seseorang.

“Vic-noona, Krystal bersamamu?” Serempet Minho, bahkan sebelum Victoria sempat berucap ‘yoboseoyo’ sekalipun.

“Dasar tidak sopan! Krystal tidak di一”

Minho langsung memutuskan panggilannya. Percuma saja kan jika ia menanyakan keberadaan Krystal pada Victoria sedangkan Krystal-nya tidak ada.

Minho menundukkan kepalanya sementara kedua tangannya ia letakkan di pinggang. Ia melengos berat, berpikir dimana keberadaan Krystal. Ah, iya kakak mertua一maksud Minho Jessica一! Pemuda itu mencari kontak seseorang yang ia beri nama ‘Kakak mertua’一Hell, Minho is freak!一, ia kemudian mendekatkan ponselnya ke telinga.

“Yoboseoyo?” Suara halus一yang lebih kekanakan dari suara Krystal一menyambut Minho.

“Sica-noona, Soojung ada disana?” Tanya Minho via telpon.

“Tidak, Minho-ah. Soojung ada di rumahnya, aku jamin. Atau mungkin di dorm f(x).”

Minho meringis, “Tapi dia tidak ada pada keduanya.”

Hening sejenak, “Err… Lebih baik kau tanya pada Suzy saja. Krystal tadi texting bahwa ia pergi shopping dengan Suzy di Mall.”

“Huh? Mall?” Tanya Minho balik.

“Iya.”

“Baiklah gamshahamnida, noona.”

“Cheonmaneyo.”

TIT!

Biar Minho pikir sejenak, tadi siang ia mentraktir Dara makan siang dan Jessica bilang tadi siang Krystal pergi ke Mall. Setelah itu Krystal mengiriminya kalimat umpatan dalam bahasa inggris. Hm, apa mungkin… Krystal shopping ke Mall yang sama dengannya? Ah, she might Be miscontrue. Tak ingin berlarut-larut, ia menelpon Suzy一untunglah ia punya nomornya.

“Yoboseoyo?” Terdengar suara dari seberang. “Minho-ssi?”

“Nde. Suzy, kau tahu dimana Soojung?” Tanya Minho langsung to the point.

“Dia di rumahnya.”

“Tapi sepertinya tidak ada. Maksudku, pintunya tertutup padahal aku sudah 30 menit menekan bel.”

“Menurut oppa kenapa?” Minho mengernyit saat nada suara Suzy terdengar dingin. “Oppa pikir kenapa sepulang dari restoran Shinzi Soojung menangis? Coba oppa pikir dulu…”

Restoran Shinzi? Itu kan restoran tempat ia dan Dara makan.

Krystal menangis? Jangan-jangan一

“Maksudmu ia melihatku dan Dara-noona makan siang?” Tanya Minho panik.

“Hm, jadi nama selingkuhanmu Dara? Sandara of 2NE1?”

“NO! Maksudku, Krystal salah paham jika begitu. Aku hanya一”

“Jangan jelaskan padaku karena itu nggak akan merubah apapun. Aku berani jamin Soojung ada di rumah. Dia tak ada schedule.”

“Oh baiklah te一” Sambungan telpon diputus oleh Suzy, “Dasar bocah. Perasaan tadi aku yang menelponnya duluan.” Gerutu Minho. “So, what should i do, right now?”

Ini sudah 40 menit ia menekan bel tapi Krystal tetap saja tidak mau keluar dari dalam rumah一well, bukannya Suzy berani jamin bahwa Krystal ada di rumah?一, Ia lalu menelpon seseorang lagi.

“Ada apa lagi Choi Minho?”

“Noona, boleh aku pinjam kunci serep rumahmu?”

“Huh?” Suara di seberang terdengar kaget. “Untuk apa?”

“Eung.” Minho berjalan kesana-kemari untuk menemukan alasan yang tepat, “Suzy-ssi bilang kalau ia berani jamin Soojung ada di dalam rumah. Nah, karena aku sudah 40 menit berada disini menekan bel ia tak kunjung membukanya, aku khawatir. Ponselnya juga tidak dapat dihubungi. Aku takut ia melakukan hal yang tidak tidak di dalam rumah, apa noona tidak takut?”

“Ya Tuhan. Apa aku harus ke rumah sekarang?” Suara Jessica terlihat panik.

“Ani! Tidak perlu, biar aku saja. Maksudku, aku tahu noona sedang sibuk.”

“Sebenarnya sih iya. Aku sedang di lokasi syuting.”

“Baiklah, biarkan aku yang kesana. Annyeong.” Minho menutup pembicaraannya dan memasukkan ponselnya ke dalam saku. Ia bergegas pergi meninggalkan kediaman keluarga Jung dan masuk ke dalam mobilnya.

Sesaat setelah Minho pergi, sosok gadis yang Minho cari-cari terlihat memandang bayangan Minho yang pergi dari mension-nya.

“Maaf, oppa.”

***

“Jessica-ssi, sudah siap?” Tanya seorang laki-laki tambun padanya yang hanya Jessica sambut dengan anggukan kepala.

“Err, Je Bin-ssi bisa aku titip sesuatu sebelum aku syuting scene?” Tanya Jessica pada make-up artist yang sedang menyapu pipinya dengan blush on.

Si make-up artist sedikit terkejut, “Titip apa Jessica-ssi?”

Jessica mengisyaratkan Je Bin untuk menghentikan aktivitasnya sejenak. Ia mengambil sebuah kunci dari tasnya yang berwarna maroon lalu memberikannya pada Je Bin, “Kau tahu Choi Minho-ssi?”

Je Bin mengernyit, “Choi Minho SHINee?”

Jessica mengangguk pasti. “Sebentar lagi ia datang kemari, karena scene-ku setelah ini akan lebih panjang dari yang sebelumnya, jadi aku minta tolong kau untuk menunggunya di pintu masuk hotel ini dan memberikan kunci ini padanya.” Jelas Jessica. “Arasseo?”

“Ne, Ssica-ssi.” Respon Je Bin antusias. Well, Je Bin-kan fan dari SHINee, jadi ia senang-senang saja melakukannya. “Minho-ssi pacar Jessica-ssi?”

Jessica bangkit dari kursi riasnya lalu berkaca sebentar. “Bukan. Dia kekasih adikku.” Ralat Jessica kemudian tersenyum tipis. “Kau harus berjanji padaku untuk tak mengatakan pada orang lain tentang rahasia ini, OK?”

“Siap!”

Jessica terkikik kemudian berlalu menuju lokasi take, “Pergilah Je Bin. Aku rasa ia akan datang.”

“Baiklah.” Je Bin dan Jessica berjalan beriringan menuju pintu keluar ruang rias, namun ketika berada di luar mereka berjalan dengan arah berlawanan. Jessica ke kiri dan Je Bin ke kanan.

Je Bin terlihat sangat bahagia karena ia akan bertemu dengan Choi Minho dan satu lagi… Jessica mempercayainya dan menceritakan satu rahasia mengejutkan! Krystal dan Minho. Wow, jika ia membeberkan kabar itu pada netizen pasti akan jadi hot topic. Namun sayang sekali, ia masih merasa ingin loyal pada Jessica yang sudah memberikannya kepercayaan dan baik padanya hingga saat ini.

“Uh, aku harus menunggu dimana, ya?” Tanya Je Bin pada dirinya sendiri. Dengan pasrah ia menunggu di depan pintu masuk hotel layaknya satpam. ‘Kerja sambilan, nih.’ Pikirnya sweatdrop.

Beberapa menit menunggu sosok laki-laki jangkung nan tampan yang ia kenali sebagai sosok Choi Minho datang dan terlihat menunggu seseorang di halaman depan hotel.

Je Bin berjalan mendekatinya dengan gugup. ‘Ya Tuhan, aku harus bagaimana? Memanggilnya? Atau menyentuh pundaknya? Ugh, derita menjadi fangirl’

“Choi Minho-ssi.” Panggil Je Bin lirih. Minho menoleh dan melirik gadis di sebelahnya一awalnya ia kira suara itu milik Jessica. “Ini ada titipan dari Jessica-ssi.”

Minho menerima kunci dari gadis asing yang tak ia kenal tersebut. “Oh, baiklah. Sampaikan terima kasih padanya, ya? Aku kira Jessica-ssi yang akan mengantarkannya sendiri.”

‘Ah, matanya berkharisma!’ Teriak Je Bin dalam hati. “Itu… Dia sedang ada scene, jadi tak bisa mengantarkannya sendiri.”

“Hm, baiklah. Gomapseumnida.” Minho menunduk sejenak.

‘Ya Tuhan, orang ini sopan sekali. Tapi sayang sekali sudah punya kekasih.’ Batin Je Bin. “Cheonmaneyo.” Minho tersenyum dan membuat dada Je Bin cenat-cenut. “Minho-ssi!” Panggil Je Bin sebelum Minho pergi dari pandangannya.

“Bo… Boleh aku berfoto denganmu?”

‘Oh baiklah, fan service.’ Kali ini Choi Minho yang membatin-__-

***

Krystal menidurkan kepalanya di atas meja.

TING!

Gadis itu memukul gelas di hadapannya dengan sendok. Krystal hanya menatap gelas itu datar, tanpa ekspresi apapun. Ia berkali-kali melakukannya selang beberapa detik.

Ia merasa ada yang salah dalam dirinya. Ia merasa bersalah membiarkan Minho berada di luar pintu hingga hampir satu jam, tapi di sisi lain ia merasa menyesal telah membiarkan Minho pergi begitu saja dari kediamannya. Aneh…

“Paboya.” Gumamnya pada bayangannya sendiri yang dipantulkan oleh gelas bening di depannya. Kedua matanya melebar begitu ia melihat pantulan sesosok lelaki di belakangnya.

“Hey, Jung Soojung! Kenapa kau mengurung dirimu sendiri di dalam rumah?” Tanya sosok lelaki tampan itu. Lelaki itu berjalan sebentar kemudian menggeret salah satu kursi di meja makan一tepatnya di hadapan Krystal.

Tapi Krystal seperti tidak tertarik. Ia mengacuhkan lelaki tampan itu, ia masih menidurkan kepalanya pada permukaan meja makan.

“Soojung.” Panggil lelaki itu lagi.

“Bagaimana kau bisa masuk kemari?” Celetuk Krystal tanpa melirik sedikitpun pada Minho.

“Dengan kekuatan cinta.”

BRAK!

Reflek Krystal melempar sendok di tangannya ke arah Minho一beruntung sekali reflek Minho sangat baik, sehingga ia bisa mengelak一, namun sayang sekali sendok itu tidak menemui target dan malah membentur tangga.

“Hati-hati dengan sendokmu.” Protes Minho yang masih kaget setengah mati.

Hening. Tak ada yang memulai pembicaraan kembali. Krystal menutup matanya, ia lelah dengan Minho. Sementara pemuda bermarga Choi hanya memandang Krystal dalam diam.

“… Kau marah padaku?” Tanya Minho.

“Bagaimana bisa aku tidak marah jika oppa tidak bisa mengerti aku.” Jawab Krystal一masih dengan menutup kedua kelopak matanya. “Oppa malah makan siang dengan gadis itu.”

Minho tergelak. Hal itu membuat Krystal kesal dalam hati. “Siapa? Sandara-noona? Ya Tuhan, Soojung… Aku hanya mentraktirnya makan tadi itu saja.”

“Hebat sekali.”

“Soojung!” Pekik Minho setengah emosi. “Dengarkan aku dulu!”

“Kami SHINee dan Sandara-noona sedang syuting untuk iklan dan karena syuting itu baru selesai hari ini aku memutuskan untuk mentraktirnya makan.” Jelas Minho susah payah.

“Kenapa hanya dengan Dara-ssi? Kenapa member SHINee yang lain tidak diajak?” Kali ini giliran Krystal yang beropini. Harusnya Minho juga mengajak kru yang lain, kan?

Minho mendengus, “Awalnya memang begitu. Tapi Taemin bilang ia lelah dan ingin menghabiskan waktunya di dorm untuk bersantai. Key-hyung sudah ada janji shopping bersama Nicole, dan Jonghyun-hyung bilang ia tidak bisa tanpa alasan. Karena itulah hanya aku dan Dara-noona yang tersisa.”

Krystal membuka kedua matanya dan menatap Minho, “Oppa bilang ada syuting iklan? Tapi kenapa tak memberitahuku, oppa? Padahal biasanya oppa bercerita mengenai hal itu.” Keluh Krystal. “Oppa sudah menolak ajakan hang-out-ku sebanyak 5 kali, pantas kan kalau aku khawatir?”

Minho menggenggam kedua tangan Krystal kemudian mengelusnya dengan halus, “Maafkan aku. Harusnya memang aku bilang, tapi… aku takut kau marah karena kami mendapat kissing scene disana.” Sontak Krystal melepaskan tangannya dari genggaman Minho. “Soojung…”

“Nah, see! Kissing scene tanpa berbicara denganku. Kau tak mempedulikan aku, oppa.” Ujar Krystal sambil menunjuk-nunjuk wajah Minho.

“Tidak! Bukan begitu! Aku takut aku melukai perasaanmu.” Aku Minho sambil menunduk.

“Faktanya itu malah melukai hatiku dan membuatku terperosok dalam kesalah-pahaman, oppa.” Kata Krystal sambil meringis.

“Soojung maafkan aku. Ini hanya salah paham.” Gumam Minho一ia terlihat menyesal dengan dalam.

Krystal menahan nafas kemudian menggelengkan kepalanya dengan senyum terpaksa. “Baiklah. Aku rasa aku tak bisa bersikap dingin terus pada oppa.”

“Terima kasih, sayang.” Lirih Minho kemudian mendekat pada gadisnya dan mengecup bibirnya sekilas.

“Hng. Tapi lain kali oppa harus membicarakan masalah seperti ini dari hati ke hati, bukan menyembunyikannya. Arasseo?”

Minho tersenyum hangat一walau sirat rasa bersalah juga masih terlihat di wajahnya. “Nde, Soojungie.”

CUP!

Kali ini giliran Krystal yang mencium bibir Minho. Ia menempelkan bibirnya sendiri pada kekasih yang telah ia pacari selama setahun tersebut. Merasa dipancing dengan ke-agresifan sang kekasih, Minho-pun mengambil alih ciuman tersebut dan membawanya dalam ciuman panjang.

Ya, bercumbu di ruang makan一aku rasa ini harus di garis bawahi.

– END –

Kejujuran adalah poin terpenting dalam kehidupan, apalagi dalam percintaan. Sekali kau mengkhianati seorang gadis, jangan harap kau bisa mendapatkan hatinya kembali.

(———,,,,,,,,,,———)

Oh my god! *ala CL*
Watdepakisdis? -A-

Maunya bikin reaksi Kle atas kiss-scene-nya Sandara & Minho tapi hasilnya malah kacau balau.

P.S : Aku ada rencana mau bikin FF Junho x Krystal. Menurut kalian gimana? O.o MinStal kan sudah, MyungStal juga udah, so da next is JunStal, tapi sebelumnya aku masih butuh kejelasan. Apa bener 2PM’s JUNHO ama SNSD’s HYOYEON itu DATING? Aku harap nggak-__-

18 comments on “[Oneshot] Heart to Heart

  1. Omooo, ternyata itu org 2 sama2 mesumnya *heboh#

    Good job, thor

  2. lagi dong bikin ff minstal heheheh

  3. daebak…. seperti kisah nyata… aku suka bgt kalo ceritanya kayak gini…
    junstal ya??? boleh… boleh…
    terus seunghyun ft island x krystal juga thor nantinya….

  4. look like real!daebak. . .
    Aku kurang begitu suka junho krystal.better minstal or myungstal aja.hehehe

  5. aku suka banget ff minstal.. Bikin ff minstal yg lain dong..

  6. wah daebak
    banyakin ff minstal nya ya haha

  7. hallo🙂 maaf baru mampir ya hehehehe well, ff-nya bagus. marahnya krys kerasa, galaunya minho juga kentara. keep writing ya😀

  8. ffnya bagus, thor🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: