3 Komentar

[FICLET] INFINITE is Family

Tittle :
Special Lee Howon’s Birthday :: INFINITE is Family

Main Cast(s) :
+ Lee Howon [Hoya] (INFINITE)

Cameo Cast(s) :
– Kim Sunggyu [INFINITE]
– Jang Dongwoo [INFINITE]
– Nam Woohyun [INFINITE]
– Lee Sungyeol [INFINITE]
– Kim Myungsoo [INFINITE]
– Lee Sungjong [INFINITE]

Genre :
Friendship

Rating :
PG-15

Warning :
OOC | GAJE | NO!PAIR.

Summary :
Lee Howon一Hoya一dikenal sebagai seorang yang perfeksionis. Sekali ia merasa kinerjanya menurun, maka ia akan menyalahkan dan menyesali dirinya sendiri.

***

Nafas beradu dengan keringat yang meleleh dari kening pemuda tampan itu一hal sederhana yang berhasil membuatnya terlihat sexier. Saat merasa benar-benar lelah ia duduk di lantai dan meluruskan sepasang kaki panjangnya.

Ruang latihan itu sepi, hanya ia seorang yang berada di dalamnya. Jika kau sering berada di tengah-tengah sekelompok orang pasti akan terasa menyedihkan ketika kau melakukan segala hal sendiri, bukan?

Pemuda itu mengambil secarik kertas dengan lirik lagu di dalamnya. Ia mencoba untuk menyanyikannya namun gagal一hatsuon-nya terdengar aneh.

Hoya一pemuda itu一mencobanya berkali-kali namun tetap saja part rap-nya di lagu Be Mine versi bahasa jepang tersengar sangat buruk. Putus asa, ia melempar secarik kertas itu serampangan sambil mengerang. Ia jadi teringat kejadian beberapa jam yang lalu ketika ia banyak melakukan kesalahan dalam dance hingga Dongwoo marah besar padanya dan akhirnya meninggalkan tempat latihan bersama dengan Woohyun dan Sungjong. Well, selama dua tahun ia bersama-sama dengan Dongwoo, ia tahu pemuda itu penyabar, dan kali ini Dongwoo murka! Artinya ia telah melakukan terlalu banyak kesalahan dan membuat pemuda yang sepantaran dengannya itu jengkel setengah mati.

Tapi masalah tak cukup berhenti sampai disitu. Hoya memang kesulitan nge-rap dengan bahasa Jepang yang jelas-jelas bukan native tounge-nya, alhasil ia meminta bantuan Myungsoo dan Sungyeol untuk membenarkan hatsuon-nya. Namun sudah berkali-kali一bahkan ia yakin Myungyeol lelah mendengarkannya一ia selalu salah pronounciation dan kadang tidak mengikut sertakan satu kata dalam lirik. Hingga akhirnya Sunggyu menepuk punggungnya dan menyuruhnya agar latihan lebih keras. Ia tahu bahwa itu adalah sebuah sindiran halus khas Sunggyu.

Hoya menidurkan badannya di atas lantai dengan posisi telentang. Ia melihat ke langit-langit ruang latihan一walau sebenarnya pikirannya sedang mengawang jauh dari sini.

“Hari ini sangat melelahkan.” Gumam Hoya kemudian menutup kedua kelopak matanya.

***

Naekkohaja~
Naega neol saranghae, oh~

Hoya mengerang malas menanggapi texting yang masuk ke dalam nomornya. Ia menguap lalu menggosok-gosok matanya agar terjaga sepenuhnya. Setelah ia rasa cukup, ia mengambil ponsel dari saku celana yang ia kenakan.

From : LeaderGyu
Hey Mr. Lee aku tahu kau perfeksionis. Tapi bukannya tidak baik jika latihan hingga larut begini? Dua kata, CEPAT PULANG!

Kening Hoya berkerut, ia dengan segera melirik arloji yang berada di pergelangan tangan kirinya.

“Aigo!” Pekiknya. Ini sudah jam 11.56 PM! Artinya ia sudah menghabiskan 6 jam di ruang latihan!一4 jam untuk exercise dan dua jam untuk tidur. Daebak!

Secepat kilat ia membalas texting Sunggyu sebelum sang leader menjadi parno dan menelponnya berkali-kali一well, itu sudah menjadi kebiasaan Sunggyu jika ia sedang mengkhawatirkan seseorang.

To : LeaderGyu
Mianhada. Aku sedang berada di jalan untuk pulang.

PIK!

Hoya memasukkan ponselnya ke dalam saku celana dan bergegas menuju pintu keluar.

***

Pemuda bermantel biru tua berhenti di depan pintu apartemen bernomor 626. Apartemen tempat member Infinite menginap saat mereka harus menetap beberapa waktu di Tokyo untuk debut Jepang mereka. Pemuda manly itu menekan beberapa kali bel yang menempel dekat dengan pintu metalik di depannya.

Dengan kesabaran yang makin menipis Hoya menekan-nekan bel tak bersalah tersebut dengan liar.

“Ayolah! Aku lelah berdiri terus.” Keluhnya.

Tak beberapa lama pintu kokoh dari metalik di hadapannya terbuka dan…

“SAENGIL CHUKKAHAMNIDA!” Pekik keenam pemuda di hadapan hoya dengan serentak. “Saengil chukkahamnida, Howonnie-hyung!” Teriak sang magnae Sungjong dengan kue tart di tangannya. Hoya menatap tak percaya pemandangan di hadapannya.

“Hey sebenarnya apa yang kau lihat, sih?” Tanya Myungsoo datar. Pemuda dingin itu mengikuti arah pandang Hoya.

Hoya menggeleng, “Tidak. Aku hanya tertarik dengan lilinnya.” Elak Hoya sambil menunjuk lilin dengan angka 21 yang meleleh terbakar panasnya api di atas tart. Ia berusaha menyembunyikan rasa haru yang memenuhi rongga dadanya saat ini.

“Dasar konyol!” Umpat Dongwoo sambil tersenyum tulus.

“Lalu kenapa matamu berkaca-kaca begitu?” Sungyeol angkat bicara.

Hoya mengangkat wajahnya, “Apa benar?” Tanyanya lirih.

“Obviously.” Jawab Woohyun singkat.

Hoya mengusap kedua matanya yang ternyata memang benar berair dengan punggung tangannya. “Jujur aku terharu dengan apa yang kalian lakukan.”

Sunggyu berjalan mendekati pemuda yang hanya setahun lebih muda darinya. Ia menepuk pundak Hoya pelan一Kali ini, Hoya tahu ini bukan sindiran. “Jangan berlebihan Howon-ah. Kita ini keluarga, wajar kan jika saling mengasihi?”

“Benar sekali.” Dukung Sungjong. Tart yang sebelumnya berada di tangannya ia oper pada Myungsoo yang berdiri di sebelahnya. Ia mendekat pada Hoya dan menepuk pundak pemuda bermarga Lee. “Kita一Infinite adalah keluarga.”

Woohyun mengikuti jejak leader dan magnae, ia mendekat pada Hoya. “Jangan merasa rendah diri, Hoya.” Hoya hanya bisa tersenyum kecut.

“Tapi aku merasa tidak berguna一”

“Ssh!” Sunggyu mendesis. “Siapa bilang kau tidak berguna? Kau adalah salah satu dari kami. Tanpa kau一atau salah satu dari kita disini一, maka takkan ada Infinite dan Inspirit disini.”

Dongwoo berdehem, “Sepertinya aku yang paling bersalah disini.” Gumamnya kemudian memeluk Hoya sekilas setelah berjalan beberapa langkah. “Mungkin benar kinerjamu turun. Tapi bukannya itu sudah biasa dalam kehidupan? Kau hanya butuh lebih banyak latihan untuk mengembalikan performa-mu. Aku berjanji akan menjadi orang yang lebih sabar.”

Hoya menggigit bibir bawahnya sendiri sembari menghela nafas panjang. “Baiklah, aku akan berusaha lebih keras.”

Sungyeol mengangguk kemudian berjalan mendekat pada Hoya, “Hwaiting, hyung! Aku setuju dengan apa yang dikatakan Dongwoo-hyung.” Pemuda manis itu menepuk pundak Dongwoo yang kebetulan berada di sebelahnya.

Hoya mengangguk. Ia membulatkan tekad bahwa ia tidak akan berhenti untuk berusaha. Ia harus bekerja keras untuk Infinite一dan Inspirit tentu saja.

“Aku rasa kalian melupakan sesuatu. Ah ayolah, aku lelah memegang tart ini terlalu lama!” Keluh Myungsoo dengan kening berkerut. Kejadian yang langka mengingat Myungsoo lebih banyak diam tanpa ekspresi.

Sungjong menepuk keningnya sendiri. “Ah, hyung maaf aku melupakanmu. Sini biar aku bawa tart-nya.” Pemuda itu mengambil-alih tart di tangan Myungsoo.

“Myungsoo ekspresimu lucu sekali!” Sungyeol tertawa terpingkal-pingkal mengingat ekspresi ‘keberatan’ Myungsoo tadi.

“Andai saja aku membawa polaroid pasti akan kuabadikan ekspresi langkamu itu dan aku upload ke twitter!” Gurau Woohyun yang disambut jitakan oleh Myungsoo. “Aku lebih tua darimu Kim Myungsoo! Dasar tidak sopan!”

“Namwoo hentikan!”

“Tapi Myungsoo sudah tidak sopan, Gyu-hyung!”

“Aku bilang hentikan.”

“Tapi hyung一”

“Dasar childish!”

“Lee Seungyeol jaga kata-katamu!”

“Aku bicara fakta, kok.”

“Yak!”

“Baiklah, aku anggap perang sudah selesai. Biarkan aku pergi tidur.”

“Myungsoo kembali kau! Jangan kabur bocah!”

“Nam Woohyun bisa kau berhenti berteriak-teriak tepat di telingaku?”

“Mianhada, Dongwoo-hyung.”

“Lalu, bagaimana dengan tart ini sekarang hyungdeul?”

“Makan saja!”

“Tapi bahkan Hoya-hyung belum meniup lilinnya.”

“Tiup saja sendiri.”

Mau tak mau Hoya tersenyum melihat keributan kecil yang terjadi di tengah-tengah saudara-saudaranya.

Sunggyu benar…

INFINITE bukan hanya sekedar boy group, bukan juga sekedar teman.

Tapi INFINITE adalah keluarga. Keluarga besar yang dikelilingi hangatnya persahabatan antar-ketujuh member.

– END –

3 comments on “[FICLET] INFINITE is Family

  1. Jujur Thor,
    Aku baru kali ini ngebaca FF infinite. sebelumnya aku ga pernah, krna ga terlalu ngebiasin, apa lagi hoya.

    Bca ff ini ak sdikit bingung, abis cuman kenal 3Sungbersodara+L.
    but, aku suka ceritanya,
    walau endingnya agak kurang ngenak sama aku.

  2. bagus thor…
    infinite emg bukan sekedar idol group tp mereka adalah keluarga… #sebagai inspirit merasa tersanjung # lebay
    fighting buat nulis ff nya ya thor!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: