16 Komentar

[Oneshot] Special Kim Myungsoo’s Birthday :: I Realized That I Love You

 

 

Tittle :

Special Kim Myungsoo’s Birthday :: I Realized That I Love You.

Cast :

Kim Myungsoo (INFINITE)

Jung Soojung [Krystal] (F(x))

 

Cameo :

Lee Sungyeol (INFINITE)

Go Woori (RAINBOW)

Choi Jinri [Sulli] (F(x))

Lee Junho (2PM)

Jang Dongwoo (INFINITE)

Lee Howon [Hoya] (INFINITE)

Jung Yunho [U-KNOW] (TVXQ)

Nam Woohyun [INFINITE]

Gong Minji [Minzy] (2NE1)

Jiyoung一I don’t know what’s her clan-.-V一(KARA).

 

Genre :

Romance Friendship.

 

Rated : T

 

Author : Choi Jinyeong

 

Warning : OOC, Typo, Straight, Pointless(?), etc.

 

.

.

.

 

“Myungsoo-oppa…”

 

Aku memandang datar gadis di hadapanku. Hendak memutuskan untuk membolos kenapa harus ada gangguan di depan mata, sih? Shit!

 

“Ini untuk oppa.” Ia menyerahkan sebuah amplop berwarna merah jambu padaku. Ia menunduk dengan rona merah di pipinya. Aku rasa aku tahu sedang berada di posisi mana. “Tidak usah usah terburu-buru memberi jawabannya, oppa…”

 

Amplop yang ia berikan padaku kuberikan kembali padanya, ia sepertinya bingung dengan maksudku.

 

“Aku sudah punya jawabannya.” Gumamku sambil tersenyum arogan. “Carilah laki-laki lain!”

 

Satu detik, ia membulatkan kedua matanya.

 

Dua detik, kedua matanya berkaca-kaca.

 

Tiga detik, ia meninggalkanku sambil menahan isak tangis. Perlu digaris bawahi, ia berlari sambil menangis!

 

“Ish, Myungsoo-oppa kau terlalu keras pada seorang gadis.” Aku menoleh dan mendapati Krystal memunculkan diri dari balik pohon pinus besar yang berada di pinggir jalan.

 

“Apa boleh buat? Cinta tidak bisa dipaksakan, kan? Jika aku berkata ‘Biar aku pikir dulu’, maka sama saja artinya dengan membuat ia melayang dengan harapan palsu.” Jelasku datar. Aku memang begini, kasar, arogan, sombong… Tapi, ya inilah aku.

 

“Ya aku tahu…” Krystal menggantung ucapannya lalu berjalan mendekatiku. “Apa kau tidak berpikir bahwa gadis tadi一Suzy maksudku一cantik? Dia sangat cantik lho, oppa.”

 

So?”

 

“Kenapa oppa tidak tertarik dengannya?” Krystal memukul lenganku. Dasar childish.

 

“Entahlah, aku tidak dapat menjelaskannya.” Ujarku kemudian berjalan pelan.

 

“Lalu apa yang kau lihat dari seorang gadis kalau begitu?” Aish, anak kecil ini selalu saja ingin tahu.

 

“Aku tak tahu.”

 

“Tipe ideal oppa seperti apa?”

 

Aku menggertakkan rahangku. Anak ini cerewet sekali. Don’t you know that you are so annoying, girl?

 

Aku berjalan tanpa peduli pada eksistensinya tapi percuma ia turut mengikutiku dengan memasang raut wajah ‘jawablah-oppa’. “Baiklah-baiklah… Aku suka gadis innocent, berambut panjang bergelombang, dan memiliki aura yang bisa membuat pingsan. Puas, kau?”

 

Krystal tercenung dengan wajah konyolnya. Ia menyentuh rambutnya sendiri yang lurus ditali ekor kuda. Wow, apa kau mengharapkanku adik manis? Sayangnya kau bukan tipe-ku.

 

Saat hendak melanjutkan perjalanan untuk membolos ia menyentuh tanganku.

 

“Oppa mau kemana?”

 

“Aku mau bolos.”

 

“Kalau begitu aku ikut!”

 

Aku memandangnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Aish, anak ini masih kelas satu juga mau mencari masalah.

 

Hell no! Kau anak baru, jangan coba-coba untuk mengikuti aku membolos!”

 

Gadis itu balik memandangku dengan kepolosannya, “Kalau begitu, oppa tidak boleh membolos, atau aku akan menguntit oppa.”

 

Sial.

 

Aku mendengus, “Baiklah. Mari kita kembali ke sekolah.”

 

Jung Krystal, kau sudah menggagalkan hari yang seharusnya indah ini!

 

***

 

“Dongwoon-oppa, Yeol-oppa, Hoya-oppa hari ini aku membawa bekal lagi…” Cih, gadis itu membuat onar lagi. Krystal menenteng dua kotak bekal yang sontak langsung dikerubungi oleh ketiga kawan-kawanku. Kenapa kesannya ia seperti menyogok mereka, ya?

 

“Ah, Soojung cantik terima kasih, ya?” Puji Sungyeol sambil mencolek dagu Krystal. Sepertinya mata Sungyeol telah dibutakan oleh makanan sampai-sampai ia mengatakan hal yang tidak sesuai dengan kenyataannya itu.

 

“Sama-sama, oppa…”

 

“Ah, ddaekbokki, kau yang memasak ini Soojung?” Giliran si Dongwoo yang menginterogasi junior yang dua kelas dibawah kami itu.

 

Krystal mengangguk ramah, “Iya.” Krystal berpaling pada Hoya yang juga antusias berburu bekal Krystal tanpa bersuara. “Oh iya Hoya-oppa… Tiffany-eonni menitipkan salam untukmu. Dia bilang ingin mengenalmu.”

 

“Tiffany? Hwang Miyoung?” Kedua mata Hoya membulat saat Krystal mengangguk. “Salamkan balik, jangan lupa mintakan nomor ponselnya, OK anak manis?”

 

Roger!”

 

“Myungsoo-oppa mau kemana?” Tanya Krystal padaku yang hendak keluar dari kelas.

 

“Kau membuat kebisingan disini Krystal. Aku benci keramaian.” Gumamku sengit.

 

“Tapi bagaimana dengan bekal ini, oppa?” Tanyanya sambil menunjukkan kotak bekal berwarna biru yang sepertinya lebih besar dari yang dimakan Dongwoo, Hoya, dan Sungyeol. Aish…

 

Aku menyentak kotak bekalnya hingga isinya jatuh berserakan di atas lantai. Sungyeol dan kawan-kawan juga menatapku dengan pandangan ‘kejam-sekali-kau-Myungsoo’.

 

“Aku ingin sendiri Jung Krystal-ssi! Bisa-kah sehari saja kau tidak menggangguku? Kau tahu aku lebih suka sendiri tanpa kebisingan, kan? Tapi kau mengacaukan segalanya. Hidupku jadi sulit saat kau masuk ke sekolah ini. Maafkan aku, tapi aku mohon camkan itu baik-baik.” Tegasku dengan lantang. Aku sadar Krystal pasti merasa sedih dan tersakiti atas ulahku. Tapi biarlah…

 

Ini akan menjadi pelajaran juga baginya.

 

Baru beberapa langkah keluar dari kelas aku berhenti, ‘Apa iya aku terlalu kasar padanya?’

 

Nah, sekarang kenapa aku yang jadi khawatir pada bocah itu?

 

***

 

Hari ini terasa nyaman sekali tanpa gangguan Krystal.

 

Biasanya saat istirahat tiba dia akan menggangguku di kelas, memberikanku bekal, bercerita omong kosong, dan lainnya. Untunglah, ini terasa sangat nyaman.

 

“Hey, kemana junior kelas satu yang biasanya slalu menguntitmu itu?” Tanya Sungyeol heran. Bukan tanpa sebab sih. Sepertinya Sungyeol ada affair dengan Krystal. Bukan pada orangnya sih, tapi pada bekal yang selalu dia bawa. Pfft…

 

“Aku tak tahu dan tak peduli.” Jawabku dan membuat tawa kawan-kawanku meledak.

 

“Benarkah? Bagaimana jika Krystal tidak masuk, ya? Kasihan sekali dia yang sudah mendapat ‘rasa dingin’ dari Myungsoo.” Geez, sialan kau Dongwoo.

 

“Ah, bukan-bukan! Bagaimana jika Krystal tidak tahan dengan Myungsoo dan akhirnya malah mencari pacar baru dan akhirnya melupakan dan tidak mengganggu Myungsoo lagi? Bukannya itu bagus, Myungsoo?” Shit! Woohyun kau mau bertengkar denganku, ya?

 

Aku berdiri dan memasang ekspresi dingin, kemudian berjalan keluar dari kelas. Rasanya aku butuh refreshing, pengap rasanya bergaul dengan sekelompok pemuda freak itu.

 

Samar-samar aku mendengar Dongwoo berkata, “Aku berani bertaruh pasti Myungsoo akan jadian dengan Krystal!”

 

Cih, mana mungkin itu terjadi? Tidak mungkin.

 

Aku dengan adik kecil itu tidak akan cocok. Dia saja tidak konsisten begitu, maksudku… Wajahnya dingin, hanya saja sifatnya childish dan cerewet.

 

Ish, ini kelas 1-1, ya? Kenapa aku bisa melintasi kelas ini?

 

Apa aku terlalu kepikiran dengan gadis itu sehingga tanpa terasa kakiku membawaku berjalan menuju kelasnya? Aneh.

 

Aku mencarinya diam-diam tapi nihil aku tak menemukannya. Mungkin gadis itu memang tidak masuk.

 

Apa ia tak masuk dan sakit karena sikapku kemarin, ya?

 

Aku mengacak rambutku sambil tersenyum aneh. ‘Untuk apa aku susah payah memikirkannya padahal aku tak peduli dengannya? Aku pasti sudah gila.’

***

 

Lega rasanya saat mendengar bel sekolah berdering. Segala rasa bosan dan penat bersekolah seolah telah hilang berganti. Aku berjalan menuju rumahku一well, untuk apa naik kendaraan bermotor toh rumahku hanya beberapa blok dari sekolah. Itu hanya akan menambah buruk pengaruh globalisasi di bumi.

 

Aku sedikit mencuri-curi pandang pada mension elit keluarga Jung一milik keluarga Krystal一yang kebetulan searah dengan jalan menuju rumahku. Kawasannya sangat luas dan mewah一siapapun tahu bahwa keluarga Jung orang kaya一, bahkan mension ini adalah mension terbesar di distrik ini. Cis, sepertinya aku mulai iri dengan segala keberuntungan Krystal. Harta telah bergelimang, good at sport一tak seperti aku yang hanya pandai jogging dan bela diri saja一, otak sangat memadai bahkan masuk ke kelas unggulan一well, aku juga jenius sih, dan lain sebagainya. Harusnya ia bangga menjadi Jung Krystal. Aku akan sombong tingkat paus andaikan aku diberi anugerah seperti Krystal oleh Tuhan.

 

Ah, pikiranku mengawang terlalu jauh.

 

“Permisi.” Seorang wanita asing berjalan mendekatiku dengan langkah tergesa. Ia membuka kacamata hitam yang tadinya bertengger di matanya, matanya bening sekali. Aku tercengang untuk beberapa saat. “Boleh saya bertanya sesuatu?”

 

Cantik.

 

“Y… Ya?”

 

“Kau tahu dimana rumah Jessica Jung? Dia berkata rumahnya nomor 36, tapi aku tak menemukannya.”

 

“Ssica-noona? Rumahnya ada di hadapanmu, noona.” Tunjukku sambil menyembunyikan tawa. Noona ini polos sekali, ya?

 

Ia menepuk jidatnya sendiri. “Ya Tuhan, kenapa aku bodoh sekali, ya? Terima kasih, annyeong.” Ia berlari menuju mension keluarga Jung. Rambut panjang bergelombangnya yang tergerai indah terlihat sangat manis一berkilau di tengah terik mentari.

 

Demi Tuhan…

 

Aku baru sadar kalau gadis itu adalah gadis impianku.

 

Tipe ideal-ku akhirnya muncul juga.

 

***

 

Hari ini aku berniat mengunjungi Krystal dan menanyakan noona kemarin. Aku seperti kehilangan harga diri saja saat berdiri di depan kelasnya.

 

Krystal sudah masuk sekolah. Buktinya gadis bertali ekor kuda itu telah berada di kerumunan geng yang ia sebut 94line一kalau aku tidak salah diantaranya ada Jiyoung, Minzy, dan Sulli. Aku hanya melihatnya dari jauh. Kuperhatikan gerak-geriknya yang sedari tadi diam saja一berbeda dengan Krystal yang biasanya. Sulli menepuk pundak gadis itu seraya menunjuk ke arahku, mungkin ia ingin Krystal tahu bahwa aku berada di depan kelasnya.

 

Keduanya tampak beradu argumen, walau akhirnya Krystal yang menyerah dan berjalan menuju keberadaanku. Dari raut wajahnya ia muram. Apa mungkin ia masih marah karena kejadian tempo hari, ya?

 

Semoga tidak…

 

“Apa yang kau lakukan di depan pintu kelasku?” Tanyanya ketus disertai tatapan mata dingin.

 

“Aku mencari Jung Krystal.” Jawabku enteng.

 

“Untuk apa kau mencariku?” Tanyanya lagi sambil berkontak langsung dengan mataku. Pandangannya menusuk sekali, seperti ada dendam di dalamnya.

 

“Kau marah padaku?” Tanyaku pada akhirnya.

 

“Tidak. Aku hanya kesal.”

 

“Pada?”

 

“Pada Kim Myungsoo.”

 

JLEB!!

 

“Maafkan aku kalau begitu.” Pintaku namun tetap stay cool.

 

“Kau bilang kau benci dengan seseorang yang mempermainkan makanan, tapi apa yang kau lakukan tempo hari? Masih lupa? Kau menghempas bekal yang aku buat hingga lelah! Bekal untukmu! Ish, dasar muna一”

 

Aku membekap mulutnya dengan tangan kananku. Bisa hancur imej-ku di depan anak kelas 1 jika Krystal menyumpahiku!

 

“Lephmp!”

 

Tak peduli pada ia yang memberontak aku menyeretnya menuju belakang gedung kelas 1.

 

Aku berhenti membekapnya begitu kami tiba disana.

 

“Untuk apa oppa menyeretku ke一”

 

“Aku minta maaf adik kecil.” Ujarku sepenuh hati. Jujur, rasanya memang tidak nyaman di-kasari oleh Krystal.

 

Ia memandangku tanpa berkedip. “Baiklah, aku memaafkan oppa.” Ujarnya. Beruntunglah ia menyerah.

 

“Kenapa kemarin kau tidak masuk sekolah?” Pertanyaan spontan keluar dari bibirku.

 

“Aku sakit.” Gumamnya.

 

“Kemarin aku bertemu dengan seorang noona yang katanya ingin bertemu dengan Ssica-noona. Kau tahu?” Tanyaku lagi. Aku tak peduli walau terkesan mengintrogasi anak dibawah umur.

 

Ia mengangguk, “Hm. Go Woori-eonni, kan? Kenapa memang?”

 

Jadi, nama noona yang kemarin itu Go Woori? Nama yang unik一seperti orangnya.

 

Aku mengulum senyum, “Aku rasa aku tertarik padanya. Dia tipe gadis idamanku.”

 

CTAK!

 

Sialan gadis ini!

 

“Kenapa kau menjitakku, heh? Apa salahku?” Protesku.

 

“Jadi ini alasan oppa pergi ke kelasku, sok perhatian padaku, dan jadi cerewet hari ini?” Tawa sarkastiknya berdengung di telingaku. “Oppa pasti sudah gila! Woori-eonni itu lebih tua 4 tahun di atasmu bodoh! Cih menyebalkan! Kalau Oppa mau mendekatinya dekati saja, asal jangan memintaku untuk mendekatkan kalian berdua! Dasar tukang memanfaatkan orang!”

 

Ia berjalan dan dengan cepat meninggalkanku. “Hey, Krystal! Aku bahkan belum memintamu untuk melakukan apapun!” Teriakku frustasi.

 

Kenapa dia begitu sih padaku? Dasar gadis aneh.

 

Eh, iya?

 

Apa benar aku sudah banyak omong? Hell no!

 

***

 

Sungguh keajaiban. Hari ini aku bertemu gadis tipe idealku lagi. Woori-noona. Sama seperti kemarin lusa, di depan mension keluarga Jung.

 

Annyeong haseyo.” Sapaku mencoba seramah mungkin. Mati-matian kutahan rasa gugupku, namun rasa canggung itu berubah saat ia tersenyum manis.

 

Annyeong, kau lelaki yang kemarin? Siapa namamu?” Tanyanya antusias.

 

“Aku… Aku Kim Myungsoo.” Ujarku malu-malu. “Woori-noona?”

 

“Eh?” Kedua matanya membulat dan membuatnya makin lucu. “Kau tahu namaku?”

 

“Begitulah.” Responku sambil menggaruk belakang kepalaku yang sama sekali tak gatal. “Krystal yang memberi tahuku.”

 

“Ah, Krystal? Adikku itu memang lucu.” Ia tertawa kecil. Kecantikanmu menutupi usiamu, noona.

 

Tunggu dulu. Adik? Krystal adiknya?

 

“Maaf?” Tanyaku tidak mengerti. Bukannya tadi Krystal berkata bahwa nama noona ini Go Woori? Marga mereka berbeda, kan? Hem, mungkin dia hanya menganggap seolah Krystal adik kandungnya.

 

“Begitulah. Dia kan calon adikku.” Aku makin bingung dengan yang dia katakan.

 

“Woori-ah.”

 

Suara matang seorang pria menginterupsi obrolan bermakna kami. Siapa lagi jika bukan putra sulung keluarga Jung一Jung Yunho.

 

“Untuk apa kau berada disini? Bukannya sudah aku bilang untuk segera masuk ke dalam? Eomma dan appa sudah sangat ingin bertemu denganmu.” Kata Yunho-hyung.

 

“Nde, Yunho-oppa. Mianhae.” Woori-noona menundukkan kepalanya.

 

“Err, hyung. Woori-noona ini kekasihmu?” Tanyaku yang entah kenapa bisa merasakan affair antar mereka. Apalagi ketika melihat Woori-noona memalingkan wajahnya. So damn cute!

 

“Bukan.” Biarkan aku bernafas lega. Aku kira Yunho-hyung dan Woori-noona ada hubungan spesial. “Dia bukan kekasihku, tapi TUNANGANKU, Kim Myungsoo.”

 

JGERR!!

 

Bagaikan tersambar petir di siang bolong, kenyataan ini sulit dipercaya. Aku hanya bisa terdiam di tempat tanpa ekspresi. Aku merasa sesak saat Woori-noona tersipu malu mendengar pengakuan tunangannya itu. Ish, cintaku bertepuk sebelah tangan.

 

“Myungsoo, lain kali bertemu lagi, ya?” Woori-noona melambai padaku sesaat kemudian mereka berdua masuk ke dalam mension megah keluarga Jung.

 

Senyumnya yang bersinar bagai bunga matahari.

 

Tubuh semampainya yang molek nan anggun.

 

Semua darinya, ternyata milik orang lain.

 

It is fuckin’ hurt!

 

***

 

“Krystal kemana ya?” Keluh Sungyeol sambil memegangi perutnya. “Sudah seminggu lho dia nggak kesini.”

 

“Ya ya, aku tahu.” Gumam Hoya sambil menyingkirkan tangan Sungyeol yang menunjukkan angka tujuh. “Aku juga tahu kau lebih sayang pada makanan yang Krystal buat daripada si pembuatnya.”

 

“Tidak tidak! Aku juga rindu dengan gadis manis itu.”

 

Obrolan tak berbobot, batinku dalam hati. Aku bahkan yang mengalami sendiri rasanya 7 hari tanpa Krystal bisa bertahan. Yah, walau aku sedikit一banyak一merasa kesepian tanpa eksistensinya sih.

 

Pikiranku masih penat dengan Woori-noona. Kenapa Tuhan tidak adil, ya?

 

Ketika aku merasa mulai menyukai seseorang dia malah membiarkan orang itu pergi dariku. Sigh. Atau mungkin ini karma? Karma dari orang-orang yang pernah aku sakiti?

 

Perlahan bayangan Naeun, Suzy, Jieun, dan wanita-wanita yang pernah menangis karena aku mengisi ingatanku. Mereka yang menangis. Dan Krystal! Krystal dan bekal yang aku hempaskan. Aku merasa bersalah. Sungguh…

 

“Hoi!” Shit! Seseorang menepuk bahu sekaligus mengagetkanku dari pikiran suntukku. “Aku rasa kau akan menemukan saingan baru untuk mendapatkan Krystal.”

 

“Sudah kubilang aku tidak一”

 

Dongwoo menunjuk ke luar jendela yang berada di sebelahku. Tidak begitu jauh, sih…

 

“Laki-laki lain, kan?” Aku tak peduli dengan apa yang dikatakan Dongwoo, aku lebih penasaran dengan apa yang dilakukan dua orang berbeda gender itu disana. Aku rasa aku tidak mengenal lawan bicara Krystal. Dia sepertinya siswa sekolah lain一dilihat dari seragamnya, sepertinya dia murid JYP High School. Apa yang mereka lakukan disana? Geez, kenapa aku jadi ingin tahu dengan tak wajar begini, ya? “Kau harus sabar, L. Maka dari itu kau harus cepat sebelum terlambat. Pfft…”

 

BRAK!

 

Kuhempas tangan Dongwoo hingga terbentur meja. Bagaikan anak bayi dia mengaduh kesakitan. Dasar pengecut berotot!

 

You’d better shut up, Muscle loser!” Gertakku kasar. Aku tak tahu kenapa, tiba-tiba aku merasa ingin marah saja. Aku merasa panas entah karena apa. Dengan pikiran campur aduk kuputuskan untuk berjalan keluar kelas.

 

I’m sorry brother. Aku tidak benar-benar membencimu. Hanya saja aku merasa labil saat ini.

 

***

 

Aku tidak pernah berbicara dengan Krystal dan itu membuatku merindukannya.

 

Aku hanya menghidar dan pergi. Selalu begitu, seperti pengecut. Sepertinya bukanlah Dongwoo yang pengecut一tapi aku sendiri.

 

Aku tak dapat membohongi perasaanku sendiri kalau aku merasa sangat bersalah pada Krystal一walau banyak gadis yang aku sakiti, faktanya dia yang paling tersakiti一, sangat sedih saat Krystal melenggang bebas di hadapanku tanpa mempedulikan sosokku yang jelas-jelas terlihat mata. Aku benci Krystal yang selalu membuat kebisingan disekitarku, tapi aku juga merasa sepi saat ia tidak melakukannya. Dan terakhir, mengakui atau tidak aku merasa panas tidak wajar saat dia berbicara dengan laki-laki asing yang aku tidak kenal siapa dia. Sigh, kenapa aku begini?

 

Hebat sekali, bahkan Krystal membuatku lupa rasa sakit hati atas Woori-noona. Kenapa rasanya lebih sesak saat melihat Krystal dengan lelaki itu一yang aku tidak tahu hubungannya dengan Krystal一daripada melihat Woori-noona dan Yunho-hyung yang sudah jelas bertunangan?

 

Hell.

 

Jangan-jangan aku jatuh cinta dengan…

 

Krystal?

 

Kubasuh lagi wajahku dengan air. Berkali-kali hingga aku merasa tenang. Aku mungkin sudah gila jika jatuh cinta pada anak kecil itu.

 

***

 

Aku berjalan di koridor kelas 1. Aku sendiri tidak paham apa yang aku harapkan disini. Sekilas, aku melihat seorang gadis tinggi一Sulli一menunjuk-nunjukku dengan wajah khawatirnya.

 

What’s going on?

 

“Myungsoo-oppa!” Sapanya dari jauh kemudian berlari ke arahku. “Langsung saja, ya? Oppa tahu dimana Soojung? Aku tidak melihatnya dari tadi.”

 

“Apa?” Ulangku. “Bukannya Krystal dengan pemuda dari YG High School itu? Aku tadi melihat mereka.”

 

Sulli memajukan bibirnya, “Ah, Junho-oppa? Mungkin murid dari YG yang oppa katakan itu Junho-oppa. Setahuku orang terdekat Soojung itu Junho-oppa. Bisa antar aku kesana, oppa?”

 

“Hm.” Gumamku pertanda ‘Boleh’.

 

Junho一jadi nama orang itu Junho?

 

Sial, aku bahkan tidak tahu siapa orang terdekat dengan Krystal walaupun kami selalu bersama selama 6 bulan.

 

Aku dan Sulli berjalan memutari belakang gedung sekolah. Kami tidak berbicara apapun一mungkin Sulli sudah lumrah dengan aku yang tak banyak bicara. Harap-harap cemas, aku berharap mereka masih berada disitu.

 

“Berat sekali oppa. Aku sampai bingung harus memulai darimana.”

 

Suara Krystal terdengar jelas begitu kami mulai mendekati lokasi kedua orang itu. Aku menarik tangan Sulli agar ia tak mengacaukan obrolan Krystal dan… Siapa nama pemuda itu? Ho… Ho… ah, Junho!

 

“Diamlah, sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting.” Gumamku sambil menatap mata bulat Sulli dengan tajam. Sulli mendengus kemudian bersandar pada dinding gedung sekolah.

 

“Yah, oppa. Bilang saja kalau kau ingin menguping pembicaraan mereka.” Ujar Sulli dengan suara super pelan. Yah, itu benar. Aku rasa image-ku akan luntur.

 

“Kau bisa bercerita padaku seberat apapun itu.” Laki-laki asing itu bergumam.

 

“Baiklah.” Ujar Krystal. “Aku tertarik pada seseorang, seniorku. Tapi dia menyukai Woori-eonni dan itu sangat menyakitiku.”

 

“Lalu?”

 

“Aku berusaha melupakannya, tapi aku merasa bersalah. Sesuatu dalam diriku menjerit seakan mengatakan, ‘Hentikan keegoisanmu!’. Aku merasa aneh.”

 

“Sebesar apa kau menyukainya?”

 

“Entahlah. Aku bahkan tidak tahu seberapa banyak.”

 

“Artinya kau mencintainya.”

 

What a joke!”

 

“Kalau memang benar, apa kau tak bisa menerimaku? Sudah setahun terakhir aku menunggumu, Soojung.”

 

Aku menggertakkan rahangku. Lelaki asing itu ternyata memang menyukai Krystal.

 

Baiklah! Aku mengaku kalau aku mencintai Krystal! Karena itulah aku merasa tidak nyaman saat ini. Aku baru merasakan panasnya terbakar api kecemburuan.

 

Sulli daritadi memandangku heran, aku menyadari itu.

 

“Oppa menyukai Krystal, kan?” Tanyanya dengan mimik wajah polos. “Sepertinya rasa gerah oppa terhadap Krystal malah berbalik dengan rasa suka.”

 

Aku memalingkan pandanganku.  Sulli benar. Aku yang dulu terganggu dengan Krystal malah merasa suka padanya. It’s kinda weird.

 

“Ah, baiklah aku akan membantu oppa.” Aku mengernyit mendengar perkataannya.

 

“Apa yang kau一SULLI!” Reflek aku berteriak saat Sulli berjalan menuju tempat Krystal dan Junho. Sial, aku pasti sudah tertangkap menguping sekarang.

 

“Annyeong, Junho-oppa.” Sapa Sulli ramah, Junho hanya mengukir eye-smile-nya. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Krystal sedang menatap tajam aku yang membeku di tempat. Aku bingung antara harus lari atau mengikuti jejak Sulli一karena itu kegalauanku membuatku berdiri di tempat. “Krystal, Myungsoo-oppa mencarimu. Temui dia dulu, gih.”

 

HELL! Apa maksud Sulli itu?

 

Aku belum siap! Ah, maksudku… Kami masih terlalu canggung untuk berbicara! Lagipula… Aku tak mencari Krystal一walau sesungguhnya iya, sih一!

 

Krystal melirik Junho, yang kemudian Junho respon dengan anggukan antusias. Aku hanya bisa memasang poker face melihat Krystal berjalan mendekatiku.

 

“Junho-oppa.” Krystal berbalik menatap pemuda asing itu. “Kau kembali saja ke JYP. Maaf aku merepotkanmu.”

 

Pemuda sipit itu tersenyum, “Baiklah. Take care, annyeong yeoreobun!”

 

***

 

“Oppa ingin bicara apa?” Tanya Krystal datar. Sulli, sialan kau! Setelah kau berbohong, sekarang kau pergi begitu saja, shit! “Kalau memang tidak ada yang ingin dibicarakan, it’s okay.” Krystal berbalik一hendak meninggalkanku.

 

Aku menahan tangan kirinya dengan panik. “Krystal aku minta maaf.” Gumamku.

 

“Aku memaafkanmu.” Ujarnya sedikit jengah. Apa kesalahanku benar-benar tak bisa diperbaiki?

 

“Tak bisa-kah kau menjadi seperti dulu?”

 

Krystal menatap mataku dengan telak. Kedua bola matanya seakan melukiskan seberapa banyak kesalahan yang pernah aku buat.

 

Aku terlalu bodoh jika tak dapat melihat Krystal yang menyukaiku. Sejak dulu.

 

“Seperti dulu? Memangnya apa yang kita lakukan dulu?” Ia tertawa sarkastik yang makin membuatku merasa sakit. “Oppa pikir aku bisa?”

 

“Oppa tahu apa?” Ia bertanya padaku dengan lirih. “Aku menyukai oppa.”

 

Aku tidak terlalu kaget mendengarnya, namun pernyataannya cukup membuatku tercengang. Mendadak debaran halus merayap dari dadaku.

 

“Karena itulah aku menghindari oppa. Aku tidak mau rasa sakit itu muncul lagi. Aku belajar melupakan dan membenci oppa, tapi nyatanya aku tak bisa.” Keluhnya dengan kedua mata yang berkaca-kaca.

 

Aku ingin memeluk dan menenangkannya, tapi aku tak bisa.

 

Aku ingin meminta maaf kembali, namun kata itu tak juga terdengar dari bibirku.

 

Krystal…

 

Aku sangat menyesal.

 

“Ah sudahlah.” Ia mendongakkan kepalanya. “Aku ada jam pelajaran tambahan.” Ia membelakangiku. Wajahnya memerah一aku tahu ia menahan tangis. “Ah iya. Satu lagi. Woori-eonni akan bertunangan dengan Yunho-oppa pada tanggal 15. Aku harap kau tidak         sedih. Sulit sekali memberitahumu bahwa Woori-noona adalah milik一”

 

“Aku tidak peduli!” Teriakku. “Berhentilah menjadi gadis sok tegar, Krystal! Kau tidak pantas dengan image itu.” Bahunya bergetar, ia pasti menangis.

 

Aku memeluknya dari belakang, Krystal tak memberontak. Namun ia menangis, merintih, dan itu membuatku juga merasa tersakiti.

 

“Krystal maaf. Maaf untuk aku yang egois. Maaf untuk aku yang menyakitimu. Maaf.” Gumamku yang makin mengeratkan pelukanku. “Aku menyukaimu. Aku menyukaimu juga, Krystal!” Gumamku sambil mengecup pucuk kepalanya.

 

Ia melepaskan diri dariku dan membalikkan badannya. kemudian…

 

GREP!

 

Ia memelukku dan itu hampir saja membuat jantungku copot.

 

Aku merasa lega.

 

“Krystal…” Lirihku kemudian mengeratkan pelukan kami.

***

 

Aku masih tidak bisa mempercayai hal menakjubkan yang terjadi hari ini. Aku…

 

Benarkah aku dan Krystal sudah resmi berpacaran? Ini rasanya aneh. Yah, aneh namun cukup menyenangkan juga.

 

Aku tak peduli ejekan yang dilontarkan oleh Woohyun. Masa bodoh dengan Dongwoo yang menang taruhan一masih ingatkah ketika ia bertaruh dengan semua anggota geng freak itu bahwa aku pasti jadian dengan Krystal?一atau Sungyeol dan Hoya yang memandangku takjub sepanjang jam pelajaran di sekolah.

 

Namun hal terpenting adalah aku berhasil mendapatkan hati Krystal. Itu yang lebih penting.

 

Ponselku bergetar pertanda sms masuk.

 

‘From : Yeol

Myungsoo datanglah ke Cafe Woolim sekarang juga! Kami sedang merayakan sesuatu.’

 

Hah? Mereka gila?

 

Ini sudah pukul 11.30 malam.

 

Aku balas men-texting Sungyeol. Selang beberapa menit ia membalas texting-ku.

 

‘From : Yeol

Siapa yang kau katakan gila, huh? Kau mau tahu kami merayakan apa? R-A-H-A-S-I-A!

 

P.S : Krystal datang. Mana mungkin kau tidak datang? Awas kekasihmu direbut orang kkk.’

 

Hey. What the hell is going on?

 

Kenapa Krystal juga ada disana?

 

Sial. Aku sepertinya memang harus datang kesana.

 

Ponselku bergetar lagi, pasti ulah Sungyeol.

 

‘From : Yeol

Gawat, Krystal mabuk. Cepatlah kemari, sementara anak-anak 94line yang menjaganya.’

 

Shit!

 

Apa yang mereka lakukan pada Krystal-KU hingga ia bisa mabuk? Dia masih belum cukup umur.

 

***

Selang beberapa menit aku telah tiba di halaman cafe Woolim. Sepi sekali, hanya deretan mobil yang menghiasi sekitar halaman. Cafe Woolim adalah cafe yang biasa digunakan oleh aku dan kawan-kawanku, jadi aku hafal sekali lokasinya.

 

Aku mempercepat langkahku masuk ke dalam cafe. Sebelumnya aku melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kiri-ku. Wow, it is 11.59 right now! Gila, apa mereka tak tahu besok ada sekolah?

 

Hal pertama yang menyambutku adalah bunyi lonceng klasik yang menggantung dekat dengan pintu masuk. Dan…

 

SAENGIL CHUKKAHAMNIDA, MYUNGSOO!”

 

Aku memegangi dadaku, siapa yang tidak shock ketika segerombol orang meneriakimu begitu kau masuk dari pintu? Aigo, aku tahu… Ini pasti surprise birthday party!

 

Saengil chukkae, Myungsoo!” Seru Sungyeol kemudian berhambur memelukku, begitupula mereka yang berkumpul disana, mereka melakukannya bergantian. Aku berterima kasih sekaligus tersenyum pada mereka. Well, apa yang harus aku lakukan, coba? Aku saja masih merasa kaget dengan apa yang mereka lakukan.

 

Sungyeol, Hoya, Sulli, Minzy, Woohyun, Jiyoung, dan Dongwoon. Ada yang kurang!

 

“Siapa yang oppa cari?” Tanya Minzy yang mengikuti arah pandangku.

 

“Pasti Krystal!” Potong Jiyoung. Padahal aku belum sempat menjawab pertanyaan gadis berambut pendek itu. “Baiklah, ini karena aku kasihan pada Myungsoo-oppa. Teman-teman ayo panggil Krystal!”

 

Hana, dul, set!”

 

“KRYSTAL! KRYSTAL!” Teriak mereka bertujuh dengan lantang一sangat lantang malah.

 

Sesosok gadis cantik berjalan dari sebuah pintu dengan kue tart yang ia bawa oleh kedua tangannya. Krystal! Dia Krystal! Senyuman malu dan kikuk terulas di bibirnya dan itu benar-benar membuatku gemas. Rambutnya yang lurus dan biasanya di tali kuda ia gerai dan rambutnya berubah jadi wavy一wah i’m so surprised!一dan make-up tipis pada wajahnya membuat ia terlihat bersinar malam ini. Demi apapun, ia terlihat sangat berbeda dengan yang di sekolah! Ia terlihat seperti…

 

Seperti gadis idamanku!

 

“Tiup lilinnya dan ucapkan permohonan oppa dalam hati.” Gumamnya diiringi riuh kawan-kawanku. Mereka semua sibuk menggoda kami. Damn.

 

Aku menunduk dan menutup kedua kelopak mataku.

 

‘Aku harap aku bisa menjadi seseorang yang diandalkan kelak. Aku berharap Tuhan tidak mempunyai rencana untuk hubunganku dan Krystal一kecuali ke arah yang lebih baik. Aku berharap sahabat-sahabatku selalu mengelilingiku. Seumur hidup…’

 

Kubuka mataku dan kutiup lilin dengan angka yang melambangkan usiaku tahun ini. Langsung saja cafe yang sepertinya sudah mereka booking sebelumnya ramai dengan tepuk tangan teman-temanku.

 

CUP!

 

Krystal mengecup pipiku halus. Rasanya hangat…

 

Ah! I’m gonna fainted right now!

 

Happy birthday, darlin‘. Stay healthy.” Gumamnya polos dan membuatku tersenyum padanya.

 

Krystal meletakkan kue tart-nya di atas meja yang langsung saja disambar Sungyeol dan yang lainnya. Ia tersenyum padaku, kemudian mendekat hingga jarak antara wajah kami hanya sekitar 10 cm.

 

“Ini semua ideku, jangan salahkan sahabat oppa, ya?”

 

Aku mengangguk, lalu mencuri ciuman dari bibirnya. Sontak wajahnya memerah malu. Untung saja ketujuh orang itu sedang sibuk dengan kue tart, jika mereka melihat aku mencium Krystal, mereka pasti akan meledek kami.

 

“Terima kasih, adik manis.” Ucapku sambil mengelus rambutnya. Ia balas tersenyum kemudian ia berlari ke gerombolan pengincar kue tart itu.

 

Kupandangi wajah kawan-kawanku satu persatu dan tentu saja Krystal juga. Tanpa terasa senyumku mengembang dengan sendirinya. Aku yang dingin, aku yang bajingan, aku yang masa bodoh… Sepertinya aku telah kehilangan ketiga image negatif itu. Semua terjadi karena mereka一khususnya Krystal.

 

Terima kasih telah memberikan hadiah ulang tahun yang indah Soojungie…

 

END

 

Epilog

 

Krystal dan aku sedang berada di ruanganku. Ia membantuku membuka kado yang diberikan oleh temanku dan temannya semalam.

 

“Happy birthday, Myungsoo-oppa. Semoga langgeng dengan Kle dan semoga kita bisa saling akrab. Minzy.” Baca Krystal kemudian melemparkan topi berwarna hitam padaku.

 

“Aish, bisa tidak kau lihat-lihat pabo?” Gertakku kesal.

 

“Siapa yang Oppa bilang bodoh?” Balas Krystal sengit. Ups! Aku keceplosan.

 

“Ah, tidak! Maksudku bisa tidak Soojungie yang cantik lihat-lihat saat melempar hadiahnya?” Ralatku sambil tersenyum innocent.

 

“Baiklah.” Gumamnya. Beruntunglah aku… “Oppa, kado yang belum dibuka tinggal satu?” Tanyanya kemudian mendekat padaku.

 

Aku mengangguk datar walau dalam hati sangat senang ketika Krystal mendekatiku. Oh My God! Loves making me fool.

 

Tak mau berlarut-larut, aku segera membuka kertas kado dengan sampul berwarna pink itu. Euuw, you know that i hate pink, eh?

 

“Aku pikir temanmu yang memberikanmu ini, Krystal.” Ujarku yang masih merasa aneh melihat warna pink terang.

 

“No! Hadiah dari Minzy, Jiyoung, dan Sulli sudah kubuka.” Huh? Benarkah itu? Berarti ini dari sahabatku? “Aku yakin itu dari kelompokmu.”

 

WHAT THE HECK IS THIS?” Teriakku super keras. Reflek aku membuang jauh-jauh sebuah bungkusan一yang jelas-jelas sebungkus kondom itu. “WHO DID GIVE ME THIS FU*KIN’ THING? I’LL HIT HIM TOMORROW, I PROMISE!” Umpatku yang membuat Krystal mengernyit heran.

 

Krystal mengambil kertas di dalam kotak kado yang berisi sesuatu yang sangat tidak layak untuk disiarkan pada anak-anak itu. “From Dongwoo. Saengil chukkahamnida L. Kau sudah berpacaran, artinya kau butuh pelindung jika nanti kau melakukan ‘tanda kutip’. Jangan tersinggung jika aku hanya memberikanmu satu, karena kau bisa membelinya di supermarket. Oldest, Dongwoo.”

 

“JANG DONGWOO!!”

 

– END –

 

Annyeong~

Ini FF Spesial untuk ultahnya uri visual L~! Sengaja bikin FF Myungstal sih, abis aku juga cinta couple ini一setelah Minstal tentunya #lol!

Awalnya bukan FF ini yg aku targetkan jadi birthday project, tapi berhubung ff yg awalnya aku jadiin birthday project itu panjangnya ga ketulungan一bahkan kemungkinan besar jd multi-chap一, akhirnya aku putuskan untuk bikin project baru. Nah, dalam pembuatannya aku terinspirasi banget ama komikku一aku lupa judulnya-.-一, walau ternyata bedaa banget ama FF ini ._. Maklumlah, result-nya harus orisinil, kan? Kkk~😄

Kenapa aku pake Woori sbg side love-nya si L? Soalnya kalo pake si Naeun, ntar saingan ama umurnya si Kle-.-

Trus maaf buat fans-nya Suzy soale aku udah dengan teganya menyuruh L(?) untuk nolak dia😄

Soal alurnya gimana? Terlalu lemot-kah? Maklum, aku kan nulis apa yang ada di pikiran一ruwet一ini. LOL.

Untuk Mei-eonni maaf yua kiss-scene-nya cuma segitu, soalnya aku ga bisa nulis yg terlalu hot *dilempar FF NC*. Trus itu org ketiga-nya ada si Junho一karena jujur aku ga mau masukin Minho kesini. Aku ga suka kalo Minstal terpisahkan–”一yang cuma aku jadiin cameo doank. Kkk~ mian kalo ga sesuai keinginan. Udah gitu pointless lagi. Maaf sangat *bow*

RCL akan sangat bermanfaat untuk author ToT *berasa jadi tukang amal* -.-

P.S : Jangan tanyakan poster FF-nya=.=

Itu hasil editan lewat pizap & photofunia gara-gara photoshop di lappie dihapus appa-.-

Btw, saya baru sadar kalo setelah Kle apdet me2day dg fotonya yang bawa ‘heart’ itu, si L jg ngelakukan yg sama -.- Minho, harusnya kamu cembokur! bukannya malah main-main sama si ‘itu’!=___=

.

 

16 comments on “[Oneshot] Special Kim Myungsoo’s Birthday :: I Realized That I Love You

  1. wew O.o
    jadi kamu toh yang bkin FF ini? Di post di indofanfictkpop juga kan? Hehehe #plak

    aku yg tugas ngedit ff freelance disana, termasuk ff kamu yang ini.
    Dan aku sukaa banget ini FF. Mengena gtu dihati *halah*, bahasanya gampang dimengerti, terus alur nya itu.. Step by step, nggak terburu2, gak kayak FF saya yg selalu ngebut, haha -__-

    meskipun saya nggak begitu suka infinite, ff kamu inilah yg bkin saya suka bca ff infinite.. Apalagi myungsoo.. Dia cakep bgt di postermu :* #outoftopic

    pokoknya saya sukaaa, 10 jempol buat authornyaa😄

  2. wew O.o
    jadi kamu toh yang bkin FF ini? Di post di indofanfictkpop juga kan? Hehehe #plak

    aku yg tugas ngedit ff freelance disana, termasuk ff kamu yang ini.
    Dan aku sukaa banget ini FF. Mengena gtu dihati *halah*, bahasanya gampang dimengerti, terus alur nya itu.. Step by step, nggak terburu2, gak kayak FF saya yg selalu ngebut, haha -__-

    meskipun saya nggak begitu suka infinite, ff kamu inilah yg bkin saya suka bca ff infinite.. Apalagi myungsoo.. Dia cakep bgt di postermu :* #outoftopic

    pokoknya saya sukaaa, 10 jempol buat authornyaa😄

    keep writing yah, ditunggu karya yang lain :*

  3. Astogeh, ini FF keren abis😄
    Ngenaaa bangeeeeeet *O*
    Pokoknya keren abis *O*
    eh, apa? Dongwoo ngasih apa? O.O
    Hebat banget, lol😄
    Keep Writing ^^

  4. keren thor!
    keep writting yap terutama MyungStal couple *maksa*
    dongwo kenapa ngasi *biiip* sih? xD

  5. Assa!
    Slow Motion plot brings the emotion up!
    The EYD good!
    Great!

  6. aku suka ffnya keren bahsanya mudah di mengerti hihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: