24 Komentar

[Vignette] Let You Go

 Title : Let You Go

Author : Choi Jinyeong

 

Main Cast :

  • Kim Jongin [Kai] (EXO-K)

Cameos :

  • Jung Soojung [Krystal] (F(X))
  • Yoon Doojoon (BEAST)
  • Baek Suji [Suzy] (MISS A)

Pairings :

Kai x Krystal | Doojoon x Krystal.

 

Genre : Hurt/Comfort | Romance.

 

Rating : PG-13.

 

Length : Vignette

A/N :

Cover belongs to CNREDNO Art^^ Makasih^^

 

oOo

 

Lelaki dengan beberapa plastik belanjaan di tangannya berjalan menyusuri lorong apartemen dengan senyuman tipis. Sebuah rencana一yang menurutnya romantis一telah tersusun rapi di kepalanya, yakni skenario untuk membuat kekasihnya bangga atas kejutan yang ia buat di hari anniversary antar keduanya.

Jongin, lelaki tersebut bersenandung dalam tiap langkah kakinya, berharap rencananya berjalan lancar. Well, rencananya tidak muluk-muluk… ia hanya ingin mempersiapkan candle light dinner di apartemen kekasihnya secara diam-diam dan tentu saja dengan masakannya sendiri. Hasil kursus masaknya pada Kyungsoo tentu saja percuma jika ia tidak memasukkannya dalam list ‘Kejutan untuk Soojung’.

Suara lenguhan seorang gadis membuatnya berhenti sejenak di balik lorong.

‘Mentang-mentang apartemen ini sepi enak saja mereka mengumbar kemesraan di lorong.’ batinnya seraya berdecak sebal. Dengan pola pikir masa bodohnya, Jongin hendak melintasi lorong tersebut, namun lagi-lagi langkahnya terhenti.

Awalnya ia merasa tidak ada yang salah dengan sepasang kekasih yang sedang bercumbu tepat di depan pintu apartemen Soojung tersebut. Namun, kejanggalan ia temukan pada sosok gadis yang kini tengah mendesah ketika lelaki yang memeluknya itu menelusuri leher jenjangnya. Gadis itu tidak asing…

Jongin meremas plastik yang tadi ia bawa, amarahnya memuncak, telah sampai ke ubun-ubun hingga membuat wajahnya memerah. Ia marah…

Ia marah pada kenyataan bahwa gadis itu adalah kekasihnya… itu Soojung. Sebuah realita yang berhasil menohok dadanya, menyesakkan.

Jongin meletakkan belanjaan yang sebelumnya ia genggam dengan serampangan, lantas ia mengambil ponsel di saku celananya dan terlihat menghubungi seseorang.

Yoboseyo?”

Jongin memicingkan mata ketika Soojung menerima teleponnya dalam pelukan lelaki itu. Kenapa bisa ia terlibat dalam permainan ini? Padahal ia sungguh mencintai Soojung…

“Soojung, kau ada di apartemen?” tanyanya dingin. Kedua matanya masih memperhatikan gerak-gerik Soojung di balik lorong.

“Err… aku sedang keluar bersama teman.”

“Dimana?” tanya Jongin lagi.

“Di… Myeongdong.”

Rasanya Jongin sudah tak bisa bernafas lagi. Kenapa begitu mudah Soojung membohonginya? Sudah berapa kali ia ditipu oleh gadis itu?

Jongin memejamkan kedua matanya sejenak, “Ah, lantas siapa yang aku lihat sedang bercumbu bersama seorang laki-laki di depan apartemenmu?”

Jongin menyeringai ketika Soojung mendelik dan melepas pelukan lelaki itu dengan segera. Masih dengan ponsel yang ia letakkan di telinganya, gadis itu menolehkan kepalanya kesana kemari, seperti mencari keberadaan orang. Jongin yakin, Soojung pasti mencari keberadaannya.

“Kenapa bingung, Nona Jung?” Jongin berjalan satu langkah hingga membuat Soojung dapat melihatnya.

“Jongin…” lirih Soojung dengan panik.

Jongin menyeringai kemudian berjalan cepat dengan langkah lebar.

“Jongin tunggu!” derap langkah high heels terdengar jelas di telinga Jongin. Soojung berlari一Jongin sadar hal itu. Tapi, untuk apa ia berhenti untuk seseorang yang telah mengecewakannya? “Jongin!”

BRUK!

Jongin sedikit terkejut ketika Soojung terjatuh dan memeluk kedua kakinya dengan erat. Jongin mendesah ketika kakinya terkunci oleh pelukan Soojung. Ia masih punya hati untuk tak menginjak tangan mulus一mantan一kekasihnya… ia dilema.

“Kau salah paham…”

Jongin memutar bola matanya, ia muak dengan alibi yang dilontarkan Soojung. “Apa maksudmu dengan salah paham? Jangan bicara konyol. Hebat sekali caramu mempermainkanku. Singkirkan tangan hinamu dari kakiku.” perintah Jongin. Namun Soojung menggeleng, ia menolak yang mau tak mau memaksa Jongin untuk berjalan dan membuat tangannya terseret mengikuti langkah kaki Jongin.

Jongin merasa iba, ia berhenti ketika isak tangis Soojung terdengar di kakinya一gadis itu masih memeluk erat kedua kakinya. “Kau menangis?” lirihnya. Jauh di dalam sana ia juga merasa tersakiti… sangat sakit.

Jongin berjongkok, menatap Soojung, gadis dengan derai air mata membasahi pipinya. Ia ingin merengkuh Soojung dalam dekapannya, menenangkannya, dan membelai halus rambutnya seraya menggumam, “Uljima.” namun…

“Cuma air mata ini yang kau jadikan senjata?” bibirnya terlanjur mengucapkan kalimat itu. Harga diri telah menguasai hatinya hingga ia harus mendustai perasaannya. “Apa selama ini kau hanya membohongiku?” Jongin meracau sembari mengguncang-guncang bahu Soojung. Gadis itu masih menangis dengan mata terpejam, ia tak punya muka untuk menatap Jongin lagi… “Jawab aku!”

Tubuh Soojung terhempas membentur lantai apartemen bersamaan dengan bentakan Jongin…

Nafas terengah-engah pemuda itu terdengar jelas di tengah sepinya lorong apartemen. Ia memejamkan matanya, berusaha menetralisir emosi dalam dirinya sendiri. “Lebih baik aku yang pergi…” Jongin memalingkan pandangannya一mencoba untuk tidak mempedulikan Soojung. “Berbahagialah dengan lelaki itu.” ujarnya lantas melangkah pergi dari sana. Ia berharap, langkah demi langkah yang ia jejakkan dapat membuatnya melupakan kenangan indah bersama Soojung.

Mereka benar… cinta itu berawal manis, namun kepalsuan akan menorehkan pahit di akhirnya. Pahit sekaligus rasa sakit tak berperi, tak berbekas namun sungguh terasa dalam hati.

Bahkan hal kecil bernama cinta itu berhasil membuat Jongin menitikkan air mata karena mencoba mengabaikan rasa sakitnya…

“Aku merelakanmu, tapi kenapa aku yang harus merasa sesakit ini?” tanyanya seraya meremas dadanya yang entah sejak kapan terasa sesak. Setegar apapun Kim Jongin di mata orang lain, air matanya telah takluk oleh cinta… dan juga sakit hati.

***

EPILOG

Pemuda itu menatap pantulan maya dirinya pada sebuah cermin lebar yang tingginya hampir setinggi badannya tersebut dengan senyum getir. Sebanyak apapun ia mencoba melengkungkan segaris senyuman, usahanya selalu gagal, sebab senyum itu melengkung ke arah berlawanan… menggariskan sebuah kesedihan.

“Kau yakin akan datang?” seorang gadis masuk ke dalam kamar si pemuda yang pintunya tidak tertutup maupun terkunci sebelumnya. Ia menatap khawatir sosok pemuda yang tengah mematut dirinya sendiri di hadapan kaca.

“Aku?” pemuda itu tersenyum lantas merapikan jas hitam yang ia kenakan. Ia berbalik dan menatap Suzy seolah ia baik-baik saja. “Aku Kim Jongin akan datang. Pasti.”

“Tapi ini一”

“Sudahlah… aku lebih mengerti diriku sendiri dibanding kau, sepupu.” potong Jongin. Ia menepuk-nepuk kepala gadis bergaun putih dengan detil sederhana itu一Suzy一pelan.

“Lakukan sesukamulah.” desah Suzy putus asa berbalas senyuman datar Jongin.

***

Jongin yang sebelumnya terlarut dalam lamunan terbangunkan oleh lantunan nada yang dimainkan oleh pianis dalam gereja. Lagu yang lebih terdengar layaknya lagu kematian dibanding lagu pernikahan.

Sesaat kemudian seorang gadis dengan gaun elegan berwarna putih bersih berjalan pelan menuju altar dengan sebuket mawar putih dalam pelukannya diiringi langkah lelaki paruh baya di belakangnya.

Cantik… gadis itu cantik. Dan itu tak pernah berubah, bahkan sejak awal Jongin bertemu dengannya.

Namun Jongin tahu… Soojung一gadis yang selalu cantik di hadapannya itu takkan pernah jadi miliknya. Benar ia akan menikah, namun bukan dengannya… bukan dengan Jongin. Tapi dengan lelaki itu… lelaki bertuxedo putih yang tengah berdiri tegap, tersenyum pada mempelai wanitanya.

Yoon Doojoon. Bukan Kim Jongin…

Bukan lelaki pengecut yang kini tengah menahan air matanya di bangku undangan.

Hati Jongin mencelos ketika gadis itu dapat menangkap pandangannya sekilas. Perasaan itu masih ada… masih tersisa dan tak pernah hilang walau Jongin selalu berusaha mengingkarinya.

Jauh dalam lubuk hatinya, Jongin masih mencintai Soojung.

Sesak itu datang kembali… rasanya seperti terhantam benda tumpul berkali-kali一bahkan mungkin lebih sakit, luka itu kembali menganga menyisakan perih ketika Soojung mengucap sumpah akan setia sehidup semati pada Doojoon一lelaki yang telah merebut dan mencuri Krystal dari pelukannya.

Dan kecupan itu… ketika setiap orang bersorak riang, Jongin yakin hanya dialah yang meneteskan air matanya dalam kegembiraan maha besar di mata publik tersebut.

“Sudah kubilang lebih baik kau di rumah saja, Kai bodoh…” Jongin menatap tissue yang disodorkan Suzy tanpa berkedip. “Harusnya kau menolak undangan ini kalau kau memang masih mencintai Soojung. Harga dirimu masih terlalu besar untuk memaafkan orang.” gerutu gadis itu. Jongin menyambut sodoran tissue Suzy dan mendongakkan kepalanya, berharap air matanya tak mengalir deras. Tidak untuk seseorang yang telah membuatnya kecewa.

Sungguh… mungkin kali ini Suzy benar. Tak seharusnya ia berada disini jika hatinya bahkan belum rela untuk melepaskan Soojung.

Haruskah ia menyesal disaat semuanya terlambat untuk disesali?

END

About these ads

24 comments on “[Vignette] Let You Go

  1. KENAPA SEDIKIT SEKAAAAALII >_<
    unni , aku ninggalin jejak dulu yaah ;) bacanya ntaran , gpp kan :) betewe chingu rered XD bagus buat covernya :D aku suka sama covernya :D

  2. liat posternya ^^ “woWW Dujun oppa keren bgt ”
    stelah bca ff ini, liad posterny, ” Sialan nih Dujun oppa, pengen aku bunuh, udh ngebuat adik aku nangis (re:Kai).

    Ckckck. aku malah seneng bagian Krys nangis2 mengang kaki Kai.
    ~uu…uu~~ #dramabgtTuh,

  3. Yah kok sebentar ceritanya tapi gpp deh sebentar aja udh bikin nangis kasian kai oppa huhuhu :'( bikin ff sad kaistal lg ya eonnie aku akan selalu menunggu *maaf agak lebay ahhaah

  4. Nyesek banget thor!!
    Aku kira Jongin bakal balikan sama Soojung, eh ternyata dianya malah nikah sama Doojun. Aku kira juga Jongin bakal sama Suzy, eh taunya Suzy cuma sepupunya. Intinya cerita ini nggak ketebak deh, hehehe.
    Daebak thor! Keep writing ya~

    • /ngasih Neo Napacin/
      Wah, makasih ya sudah mampir^^ Aku memang merencanakan bikin plot twist, ya kalau kamu ga bisa nebak itu jadi poin plus bagi saya (ketawa nista) XD
      Makasih sekali lagi^^ Aku lagi hiatus tapi akan bersiap untuk balik secepatnya^^ Mohon ditunggu, ya? :)

  5. Nyesek nyesek nyeseeek!!! Huaaaa, sedih banget ToT nangis aku nangis, jadi yg di apartement itu Doojoon? Doojoon-Krystal gak cocok, huaaa. *elap airmata* kukira bakalan happy end, taunya sad. Sudahlah, itu memang nasibnya Kai malang#plak! Tapi aku masih bingung itu kok Krystal bilang Kai itu salah paham? Reply ya, gomawo

    • Makasih sudah mampir, Lee Hyena-san :)
      /kasih tissue/ Aduh, maaf aku nggak ada maksud bikin kamu nangis .__.v Doojoon/Kle emang nggak keliatan cocok di mata orang awam, tapi menurutku mereka okelah~ /ceritanya abis nonton More Charming by the Day/
      Hahaha poor Jongin :v
      Iya, Krystal bilang gitu maunya untuk ngebohongin Kai lagi, tetapi ternyata Kai lebih logic dari yang Krystal pikirin. Alhasil, jadilah dia sama Doojoon /plot twist gagaaal/
      Maaf udah lewat 4 hari aku baru bisa reply T^T

  6. Keren thor~~
    Krystal berselingkuh rupanya._.
    Nggak tertipu sih… Soalnya author kan sudah, um, gitulah XD
    Cepat comback lagi ya thor!! Di tunggu fanfic berikutnya. Aku sudah RCL ya? Wkwk :D

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 137 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: